Ada Tayangan Sektarian di TV Nasional, Pejabat Iran Minta Maaf kepada Ahlussunnah

0
122

Morteza Mir Bagheri

Teheran, LiputanIslam.com –   Seorang pejabat tinggi Iran meminta maaf kepada para ulama dan warga Muslim Ahlussunnah (Sunni) di negara yang mayoritas penduduknya bermazhab Syiah ini atas adanya tayangan pernyataan seorang pelantun kasidah yang dinilai menciderai kalangan Sunni di salah satu saluran televisi pemerintah.

“Saya meminta maaf kepada saudara-saudara saya Ahlussunnah, dan para ulama besarnya. Saya mengumumkan pemecatan direktur, produser, dan penyusun acara ini, serta mengecam pemimpin channel itu atas kesalahannya dalam masalah ini,”  ungkap Asisten Dewan Penyiaran dan Media Iran Sayyid Morteza Mirbagheri dalam siaran persnya, Ahad (25/5/2019).

Laman “Iran” milik pemerintah melaporkan bahwa Direktur Umum Lembaga Radio dan Televisi Republik Islam Iran (IRIB) Ali Askari di hari yang sama telah mencopot direktur channel tersebut, Javad Ramezannejad dan kepala Radio 5 karena “kegagalan keduanya dalam menunaikan kewajiban.”

Sebagaimana dilansir kantor berita Tasnim milik Iran, Mirbagheri menambahkan, “Pemimpin Besar Sayyid Ali Khamenei selalu menekankan keharusan menghormati hal-hal yang disucikan oleh Ahlussunnah, khususnya Khulafa Rasyidin dan Ummul Mu’minin  Sayyidah Aisyah. Tapi sayang, kejadian yang menyalahi orientasi persatuan Islam ini menyimpang dari kehendak channel ini dan ketuanya akibat perilaku oknum  sehingga tersiar langsung tanpa ada koordinasi sebelumnya.”

Warga Muslim Ahlussunnah Iran

Mirbagheri mengingatkan, “Lembaga Radio dan Televisi  memandang pengangkatan isu-isu ikhtilaf antara Syiah dan Sunni sebagai racun mematikan, dan karena itu akan memroses oknum (pelantun kasidah) itu secara hukum.”

Beberapa media lokal, termasuk kantor berita mahasiswa ISNA, melaporkan bahwa Kejaksaan Teheran telah memanggil dan menahan oknum tersebut atas dugaan penistaan simbol-simbol Ahlussunnah pada Ahad pagi dan mulai memeriksanya.

Channel 5 televisi Iran dilaporkan telah menyiarkan pembacaan puisi pujian oleh Muqtada Mahdi Hosseini yang ternyata menyinggung isu ikhtilaf ihwal Khulafa Rasyidin yang merupakan simbol Ahlussunnah.

Direktur saluran itu mengeluarkan pernyataan bahwa “apa yang disiarkan secara langsung di saluran itu pada acara peringatan kelahiran Imam Hassan al-Mujtaba (imam kedua Syiah) pada malam kelima belas Ramadhan, bertentangan dengan kebijakan terpadu media nasional di Iran.”

Shehab Naderi, seorang wakil dari komunitas Sunni di parlemen Iran, Sabtu lalu mengecam Direktur Umum Lembaga Radio dan Televisi Republik Islam Iran (IRIB) Ali Askari dan menganggap televisi negara ini telah “mengumbar perbedaan dan perpecahan di tengah masyarakat Iran.”

Sebagaimana dikutip ISNA, dalam pernyataan tertulis yang diajukan oleh para wakil Ahlussunnah di parlemen Iran  terkait peristiwa tersebut dia mengatakan, “IRIB seharusnya menyatukan masyarakat, bukan malah memecah belah.”

Para wakil Ahlussunah memuji Pemimpin Besar Iran Grand Ayatullah Ali Khamenei karena telah segera melakukan tindakan atas kasus penistaan ini.

Dalam pernyataan itu mereka juga menegaskan bahwa penistaan tersebut menyalahi pesan dan bimbingan Ayatullah Khamenei, dan menimbulkan keresahan pada kalangan Sunni di Iran.

Ayatullah Khamenei sendiri segera turun tangan mengatasi masalah ini dengan meminta Dirut IRIB agar mencopot para oknum yang telah lalai dalam masalah ini. (mm/eremnews/youm7)

DISKUSI: