Gaza, LiputanIslam.com – Jubir Brigade Al-Qassam Abu Ubaidah mengatakan bahwa kubu perlawanan konsisten pada semua pasal perjanjian gencatan senjata, sembari menyebutkan bahwa rezim pendudukan (Israel) berlepas tangan dari komitmennya terkait dengan bantuan dan perlindungan kepada warga.
“Kubu perlawanan Palestina di hadapan khalayak dunia dan para mediator sejak 19 Januari lalu konsisten pada pasal-pasal perjanjian gencatan senjata dan pertukaran tawanan di Gaza mulai dari jadwal yang ditetapkan untuk pertukaran itu, lalu keputusan pembebasan tawanan Israel dengan jumlah yang sudah disepakati, hingga penyerahan para tawanan itu secara aman, relevan dan sangat tertib,” ujarnya dalam sebuah pernyataan video, sebagaimana disiarkan beberapa televisi Arab, Jumat (7/3).
Dia menambahkan, “Musuh berusaha berkelit, berdusta dan bertipu daya sebagaimana biasa dilakukan oleh manusia yang memang bertipe demikian. Meski demikian, kami masih rela konsisten pada perjanjian demi melindungi darah anak-anak bangsa kami dan untuk mencegah dalih, yang hendak dibuat oleh musuh dengan berbagai upaya, serta demi menghormati komitmen saudara-saudara mediator.”
Abu Ubaidah juga menegaskan bahwa apa yang tak dapat diraih oleh rezim pendudukan melalui agresi militer juga tidak akan dapat diraihnya dengan intimidasi, blokade dan pelaparan.
“Kami menegaskan beberapa hal berikut: Pertama, apa yang tak dapat diraih oleh musuh dengan perang, agresi, genosida, tidak akan pernah dapat mereka raih dengan ancaman dan tipudaya. Jalan yang paling dekat untuk stabilitas di kawasan ini ialah mengekang musuh ini, dan membuatnya patuh pada apa yang ditandatanganinya,” tandasnya.
Dia juga menegaskan, “Ancaman untuk memulai perang dan pertempuran tidak akan mendorong kami kecuali bersiap meruntuhkan apa yang tersisa dari apa yang diilusikan sebagai wibawa tentara musuh. Kami sedang meningkatkan kesiapan menghadapi segala kemungkinan. Keinginan pasti kami untuk menghentikan agresi musuh dan menjauhkan bangsa kami dari malapetaka kejahatan Nazi Zionis sama sekali tidak berarti bahwa kami tidak memiliki opsi untuk menyakitkan musuh dan melawan agresinya dengan segala cara.” (mm/alaraby)