Gaza, LiputanIslam.com – Juru bicara militer sayap militer Hamas, Brigade al-Qassam, Abu Obaida pada hari Sabtu (8/6) menanggapi aksi pasukan Zionis Israel di Jalur Gaza melakukan pembantaian mengerikan di kamp Nuseirat yang menggugurkan lebih dari 200 warga Palestina dan melukai lebih dari 400 orang, dalam operasi pembebasaan empat tawanan Israel dari tangan pejuang Palestina.
Abu Obaida mengatakan, apa yang dilakukan pasukan Zionis di kawasan Nuseirat di bagian tengah Jalur Gaza merupakan kejahatan perang yang kompleks, dan yang pertama dirugikan adalah para tawanan Israel sendiri.
Menurutnya, dengan melakukan pembantaian yang mengerikan, pasukan Zionis dapat membebaskan beberapa tawanan, namun pada saat yang sama juga membunuh beberapa orang di antara tawanan selama operasi tersebut.
Abu Obaida memastikan operasi tersebut membahayakan tawanan dan berdampak negatif pada kondisi dan kehidupan mereka.
Sebelumnya pada pagi hari Sabtu, juru bicara militer Israel mengumumkan pembebasan empat orang Israel yang ditawan oleh Hamas dari kamp Nuseirat. Mereka adalah Noa Argamani, Almoa Meir, Andrei Kozlov, dan Shlomi Ziv.
Pasukan pendudukan mengungkapkan bahwa sekelompok orangmenyusup ke kamp Nuseirat dengan menyamar sebagai warga sipil dan mengaku sebagai keluarga pengungsi.
Dalam beberapa jam, pasukan pendudukan mengumumkan keterbunuhan komandan divisi yang bertanggung jawab atas operasi tersebut setelah hal itu diungkapkan oleh faksi-faksi perlawanan.
Sementara itu, kantor pemerintah di Jalur Gaza mengatakan jumlah korban gugur akibat operasi tersebut mencapai 210 orang, sementara korban luka lebih dari 400 orang. (mm/alalam)