Abaikan Perjanjian Nuklir, Iran Akan Tingkatkan Pengayaan Uranium Hingga 300 Kilogram

0
92

Teheran, LiputanIslam.com –   Iran memastikan akan melampaui batas persediaan uranium yang telah ditetapkan dalam kesepakatan nuklir mulai 27 Juni 2019.

“Hari ini telah dimulai hitungan mundur untuk melampaui cadangan uranium yang diperkaya 300 kilogram, dan dalam waktu 10 hari kami akan melewati batas ini. Ini didasarkan pada Pasal 26 dan 36 (perjanjian nuklir), dan akan dibatalkan setelah pihak lain memenuhi komitmen mereka,” kata juru bicara Badan Tenaga Atom Iran Behrouz Kamalvandi kepada wartawan di Fasilitas Reaktor Air Ringan Arak, Senin (17/6/2019).

Dia menambahkan bahwa Iran juga dapat meningkatkan pengayaan uranium hingga 20 persen untuk digunakan di reaktor lokal.

Baca: Pompeo: AS Tetap Inginkan Diplomasi Ketimbang Perang dengan Iran

Kesepakatan nuklir yang diteken pada tahun 2015 dan dinamai Rencana Aksi Bersama Komprehensif (Joint Comprehensive Plan of Action /JCPOA ) membatasi tingkat pengayaan uranium, yaitu sebesar 3,67 persen.

Kamalvandi menjelaskan, “Satu skenario adalah bahwa kita akan menetapkan 3,67 untuk pembangkit listrik Bushehr, yang membutuhkan 5 persen (uranium yang diperkaya), atau jika kita menentukan untuk kebutuhan Reaktor Penelitian Teheran, itu akan menjadi 20 persen. Berbagai skenario telah dipertimbangkan.”

Bulan lalu, Iran mengurangi beberapa komitmennya kepada kesepakatan nuklir, dan memperingatkan bahwa dalam 60 hari akan mengulangi penyulingan uranium ke tingkat fisil yang lebih tinggi jika Eropa gagal melindungi perdagangannya dari sanksi AS.

Presiden Iran Hassan Rouhani mengumumkan bahwa Iran akan berhenti mengindahkan pembatasan stok uranium yang diperkaya dan air berat yang disepakati dalam kesepakatan nuklir.

Baca: Iran, Rusia, dan Cina Saling Merapat untuk Hadapi Arogansi AS

Kamalvandi mengatakan masih ada waktu bagi negara-negara Eropa untuk JCPOA.

“Cadangan Iran setiap hari meningkat pada tingkat yang lebih cepat. Dan jika penting bagi mereka (Eropa) untuk menjaga perjanjian itu, mereka harus melakukan upaya terbaik mereka … Begitu mereka melaksanakan komitmen mereka, maka segala sesuatu secara alami akan kembali kepada keadaan semula,” ujarnya.

Namun demikian, Kamalvandi mengaku pessimis dengan mengatakan, “Orang-orang Eropa telah secara tidak langsung menyatakan ketidakmampuan mereka untuk bertindak.” (mm/presstv)

DISKUSI: