Gaza, LiputanIslam.com – Pada hari ke-666 perang genosida di Gaza, pasukan pendudukan Israel telah merenggut lebih banyak nyawa di Jalur Gaza, dengan jumlah korban yang gugur saat mencari makanan melebihi jumlah yang gugur akibat pemboman Israel.
Lebih dari 90 orang gugur sejak dini hari Jumat (1/8) di pusat-pusat distribusi di selatan dan di dekat truk bantuan di utara. Hal ini bertepatan dengan setidaknya tiga kematian di rumah sakit Gaza akibat malnutrisi, di tengah peringatan PBB tentang tanda-tanda bahwa Jalur Gaza memasuki fase kelaparan dan lebih dari 500.000 orang berisiko kelaparan.
Brigade Qassam mengonfirmasi dalam sebuah klip video kondisi para tawanan yang memburuk, menyiarkan gambar seorang tawanan yang kurus kering, dan mengklaim bahwa pemerintah Benjamin Netanyahu telah memutuskan untuk membuat mereka kelaparan alih-alih membebaskan mereka melalui kesepakatan.
Di pihak lain, Utusan AS Steven Witkoff setelah berkunjung selama lima jam ke pusat bantuan di Rafah mengumumkan pihaknya sedang menyusun rencana bantuan baru dan memberikan pemahaman yang jelas kepada Presiden Trump tentang situasi kemanusiaan di Jalur Gaza.
Di medan laga, kubu pejuang perlawanan melancarkan operasi baru di Khan Yunis, dan Brigade Al-Qassam menyiarkan gambar-gambar yang menurut mereka menunjukkan ledakan bom barel di dalam hanggar kendaraan militer Israel, serta gambar-gambar penembakan terhadap posisi pasukan Israel di garis depan di Jalur Gaza selatan.
Human Rights Watch (HRW) dalam laporannya pada hari Jumat menuduh pasukan Israel membangun sistem “militer yang cacat” dalam mendistribusikan bantuan di Gaza sehingga kegiatan ini malah menjadi ajang “penumpahan darah.”
Laporan tersebut menyatakan bahwa “pembunuhan warga Palestina yang mencari makanan oleh pasukan Israel merupakan kejahatan perang.” Militer Israel, yang dihubungi AFP, enggan menanggapi pernyataan Pertahanan Sipil, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), maupun HRW.
Perang di Gaza berkobar menyusul serangan Hamas yang menewaskan 1.219 orang di Israel selatan, menurut penghitungan AFP berdasarkan data resmi.
Israel membalas dengan perang yang menghancurkan dan operasi militer yang berkelanjutan di Jalur Gaza, hingga mengakibatkan kematian 60.249 warga Palestina, 55% di antaranya adalah anak-anak, perempuan, dan lansia, menurut data terbaru yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas. (mm/aljazeera/raialyoum)