Gaza, LiputanIslam.com – Koresponden Al-Mayadeen di Jalur Gaza melaporkan pada hari Rabu (23/7) bahwa lebih dari 70 orang, termasuk banyak pencari bantuan, gugur akibat tembakan tentara Israel sejak dini hari.
Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza mengumumkan kedatangan 113 korban gugur, termasuk 13 korban yang baru dievakuasi dari reruntuhan, dan 534 korban luka, ke rumah sakit di Jalur Gaza dalam 24 jam sebelum pengumuman tersebut.
Dengan demikian, jumlah korban gugur akibat perang genosida Israel di Jalur Gaza menjadi 59.219 jiwa dan 143.045 jiwa terluka sejak 7 Oktober 2023.
Sejak dimulainya kembali perang pada 18 Maret, perang tersebut juga telah mengakibatkan 8.363 warga Palestina gugur dan 31.004 lainnya menderita luka.
Sementara itu, jumlah korban yang menunggu bantuan telah mencapai 34 jiwa, dan lebih dari 644 jiwa terluka dalam 24 jam terakhir, sehingga total korban yang tiba di rumah sakit menjadi 1.060 korban gugur dan lebih dari 7.207 korban luka.
Kementerian itu juga menyebutkan bahwa terdapat sejumlah korban di bawah reruntuhan dan di jalan-jalan belum dapat dijangkau oleh ambulan serta kru pertahanan sipil.
Lebih lanjut, kementerian mengumumkan 10 orang gugur akibat kelaparan dan malnutrisi di Jalur Gaza dalam 24 jam terakhir, sehingga jumlah total korban kelaparan menjadi 111, termasuk 25 anak-anak yang gugur dalam tiga hari terakhir, menurut sumber medis di Gaza.
Sumber tersebut menambahkan bahwa 900.000 anak di Gaza menderita kelaparan, 70.000 di antaranya telah memasuki tahap malnutrisi.
Sumber yang sama menyatakan 17.000 anak menderita malnutrisi parah. Selain itu, nyawa pasien diabetes dan ginjal terancam malnutrisi, dan mereka mengalami kelaparan parah akibat rezim pendudukan yang membuat penduduk Jalur Gaza kelaparan.
Disebutkan pula bahwa pasien dirawat karena stres dan kehilangan ingatan akibat kelaparan parah, dan rumah sakit kekurangan tempat tidur medis dan obat-obatan yang memadai untuk sejumlah besar penderita malnutrisi parah.
Seiring meningkatnya perang pelaparan yang dilakukan Israel di Jalur Gaza dan telah merenggut nyawa puluhan warga Palestina setiap hari, lebih dari 100 organisasi bantuan kemanusiaan dan HAM mendesak negara-negara dunia untuk mengambil tindakan segera dan konkret, termasuk gencatan senjata permanen dan pencabutan semua pembatasan aliran pasokan bantuan ke Jalur Gaza. Mereka juga memperingatkan perihal “kelaparan massal” di Jalur Gaza. (mm/almayadeen)