Gaza, LiputanIslam.com – Puluhan warga Palestina gugur diserang pasukan Israel di Jalur Gaza pada hari Senin (1/9), sementara beberapa lainnya gugur karena kelaparan, dan pasukan Zionis tersebut terus menghancurkan seluruh blok permukiman di Kota Gaza sebagai bagian dari rencana mereka untuk menduduki kota tersebut.
Sumber di rumah sakit Jalur Gaza melaporkan bahwa 59 warga Palestina telah gugur dini hari Senin, 35 di antaranya di Kota Gaza saja. Sumber tersebut menyatakan bahwa di antara syuhada itu terdapat 12 orang yang menunggu bantuan di Jalur Gaza selatan.
Sebuah sumber medis di Rumah Sakit Al-Shifa mengatakan bahwa dua orang gugur dan 10 lainnya luka-luka akibat pengeboman oleh pesawat nirawak Israel terhadap sekelompok warga di dekat tempat penampungan Sekolah Gaza Baru di lingkungan Al-Nasr, sebelah barat Kota Gaza.
Sebuah sumber di Rumah Sakit Baptis melaporkan bahwa dua orang gugur dan lainnya terluka dalam serangan Israel di permukiman Al-Sabra di selatan Kota Gaza.
Warga Palestina di Kompleks Medis Al-Shifa di Kota Gaza berduka atas kematian 18 syuhada setelah rumah-rumah warga sipil dan tenda-tenda pengungsi menjadi sasaran di kamp pengungsi Al-Shati, sekitar Menara Al-Fayrouz, dan apartemen-apartemen hunian di beberapa wilayah Kota Gaza.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza mengumumkan kematian sembilan warga Palestina, termasuk tiga anak-anak, akibat kelaparan dalam jangka waktu 24 jam. Hal ini menjadikan jumlah total korban gugur akibat kelaparan sejak awal perang menjadi 348, termasuk 127 anak-anak.
Raafat Al-Majdalawi, direktur umum Asosiasi Kesehatan dan Komunitas Al-Awda di Gaza, mengatakan bahwa deklarasi resmi PBB tentang kelaparan di Jalur Gaza tidak menghasilkan intervensi kemanusiaan yang efektif. Dia menyebutkan bahwa kapasitas sistem kesehatan di Gaza tidak melebihi 30%, dan memperingatkan memburuknya situasi kemanusiaan dan mencapai tahap bencana. (mm/aljazeera)