Gaza, LiputanIslam.com – Rumah sakit di Jalur Gaza mengumumkan 63 orang, termasuk 38 orang di Kota Gaza, gugur akibat tembakan tentara Israel sejak dini hari Jumat (3/10).
Hal ini terjadi ketika Pemerintah Kota Gaza mengimbau masyarakat internasional dan organisasi kemanusiaan untuk segera melakukan intervensi.
Wilayah barat laut Kota Gaza, khususnya di sepanjang jalan al-Shifa dan al-Nasr, dilanda serangan pasukan Israel sejak Kamis malam.
Pasukan Israel meledakkan tiga bom mobil di daerah tersebut sebelum mundur ke utara, di tengah rentetan tembakan.
Pada saat yang sama, tentara pendudukan itu terus melancarkan penembakan artileri di permukiman-permukiman tersebut, sementara pesawat-pesawat tempur Israel melancarkan serangan di jalan-jalan Al-Nasr dan Al-Jalaa di kota tersebut.
Pertahanan Sipil di Gaza melaporkan bahwa lima warga Palestina gugur, serta beberapa lainnya terluka dan hilang setelah serangan udara Israel terhadap sebuah rumah di sebelah barat kota.
Di Jalur Gaza bagian tengah, sebuah sumber di Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa melaporkan bahwa enam warga Palestina gugur dan 20 lainnya terluka akibat serangan pesawat nirawak Israel di kamp pengungsi Maghazi.
Pemerintah Kota Gaza mengimbau masyarakat internasional dan organisasi kemanusiaan untuk segera melakukan intervensi guna menyelamatkan hampir 500.000 warga sipil yang hidup dalam kondisi kemanusiaan yang memprihatinkan di kota tersebut.
Pemerintah menjelaskan bahwa sebagian besar warga sipil ini adalah anak-anak, perempuan, dan lansia, dan menderita kekurangan makanan dan air yang parah serta kurangnya layanan kesehatan dasar, di tengah pemboman dan penghancuran sistematis Israel yang terus berlanjut.
Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stéphane Dujarric, mengatakan bahwa ratusan ribu warga sipil yang putus asa terjebak di Gaza utara, banyak di antaranya kekurangan dukungan kemanusiaan.
Dujarric menekankan bahwa Israel, sebagai pasukan pendudukan, harus memenuhi kebutuhan warga sipil.
Juru bicara Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF), James Elder, mengatakan gagasan zona aman di Jalur Gaza selatan tampak absurd dan tempat di mana bom dapat jatuh secara tak terduga.
Dalam konferensi pers di Nuseirat, Gaza tengah, Elder menekankan bahwa apa yang terjadi sekarang adalah serangan tanpa pandang bulu yang terus-menerus di wilayah sipil yang padat penduduk. (mm/aljazeera)