Beirut, LiputanIslam.com – Sedikitnya 22 orang, yang sebagian besarnya wanita dan anak-anak, gugur pada Rabu malam (30/10) akibat serangan udara Israel terhadap rumah-rumah dan lingkungan pemukiman di distrik Baalbek di Lebanon timur.
Serangan itu merupakan bagian dari serangan udara intensif Israel pada malam hari di kota Baalbek, pusat distrik yang memiliki nama yang sama, dan kota-kota lain di distrik tersebut.
Serangan itu didahului dengan peringatan pengusiran pendudukan yang disampaikan oleh juru bicara militer Israel Avichai Adraee kepada penduduk Baalbek dan kota tetangga Ain Burdai dan Durus.
Di platform X dia mengatakan bahwa tentara Zionis “akan bertindak tegas melawan kepentingan Hizbullah di kota dan desa Anda.”
Namun Kantor Berita resmi Lebanon, NNA, melaporkan bahwa serangan udara Israel semalam meluas ke kota-kota yang tidak dicantumkan dalam peringatan Israel.
Di pihak lain, Hizbullah pada hari Rabu mengumumkan pihaknya telah menyerang pangkalan militer dan kamp pelatihan Israel di selatan Haifa dan timur Tel Aviv dengan rudal dan drone serta kerumunan pasukan dan permukiman.
Dalam serangkaian pernyataan yang mengumumkan 28 operasi militer pada hari Rabu, Hizbullah menyebutkan bahwa bahwa para pejuangnya melancarkan “serangan gabungan rudal tertentu dan salvo drone terhadap pangkalan Ein Shemer (pangkalan pertahanan udara rudal dan pangkalan brigade regional) di timur Hadera.”
Di sisi lain, Brigade Al-Qassam pada Rabu malam mengumumkan penghancuran tiga tank di Jalur Gaza utara.
Hal ini menjadikan jumlah kendaraan militer beserta awaknya yang diumumkan Al-Qassam sebagai sasaran di Gaza pada hari itu menjadi 11, yang mencakup 4 tank, 4 buldoser, 2 pengangkut pasukan, dan sebuah jip Hummer. (mm/raialyoum)