AlQuds, LiputanIslam.com – Sumber-sumber militer Israel melaporkan bahwa empat tentara tewas dalam ledakan tank di utara Jalur Gaza, dan tujuh orang Israel juga tewas dan 15 lainnya luka-luka dalam serangan penembakan yang dilakukan oleh dua pemuda Palestina pada hari Senin (8/9) di dalam sebuah terminal bus pusat di utara kota Al-Quds (Yerusalem).
Polisi Israel mengaku telah “melenyapkan” dua pelaku serangan penembakan di Persimpangan Ramot.
Media Israel melaporkan bahwa pasukan besar telah tiba di lokasi operasi. Radio Militer Israel melaporkan bahwa barikade keamanan telah diberlakukan, menutup semua pintu masuk dan keluar ke Al-Quds.
Pasukan pendudukan juga memberlakukan barikade militer di empat desa Palestina di wilayah Yerusalem: Qatana, Biddu, Beit Anan, dan Beit Duqu, menurut sumber yang sama.
Sementara itu, pada hari ke-703 perang genosida di Jalur Gaza, sumber di rumah sakit Gaza melaporkan 39 warga Palestina gugur akibat pengeboman rumah dan tenda warga terlantar oleh pendudukan Israel di beberapa wilayah Jalur Gaza sejak fajar hari ini, termasuk 25 orang di Kota Gaza.
Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) dan Brigade Al-Quds, sayap militer gerakan Jihad Islam, memuji operasi serangan yang menewaskan sejumlah orang Zionis, dan menyebutnya sebagai respons alami terhadap kejahatan pendudukan.
Hamas dalam sebuah pernyataan menyatakan, “Kami mengucapkan selamat atas operasi heroik dan unik yang dilakukan oleh dua pejuang perlawanan Palestina di persimpangan permukiman Ramot, utara Al-Quds yang diduduki.”
Hamas menegaskan, “Operasi ini merupakan respons alami terhadap kejahatan rezim pendudukan dan perang genosida yang dilancarkan terhadap rakyat kami. Ini adalah pesan yang jelas bahwa rencana mereka untuk menduduki dan menghancurkan Kota Gaza serta menodai Masjid Al-Aqsa tidak akan dibiarkan begitu saja.”
Hamas juga menyatakan, “Agresi pendudukan yang berkelanjutan terhadap rakyat Palestina kami di Gaza, Tepi Barat, dan Al-Quds tidak akan melemahkan tekad rakyat kami dan perlawanan mereka.”
Hamas memuji “keteguhan dan perlawanan pemuda Tepi Barat,” dan menyerukan kepada warga Palestina agar”meningkatkan konflik dengan pendudukan dan para pemukimnya, serta menantang langkah-langkah keamanan dan militer Israel, demi mendukung rakyat Palestina dan tempat-tempat suci mereka.”
Kota-kota dan permukiman Israel sesekali dilanda aksi penembakan yang mengakibatkan kematian dan cedera. Faksi-faksi Palestina menganggap serangan-serangan demikian sebagai “respons alami” terhadap genosida yang dilakukan oleh Tel Aviv di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023, dan serangan-serangannya di Tepi Barat. (mm/aljazeera/raialyoum)