Latakia, LiputanIslam.com – Listrik dan air minum terputus di sebagian besar wilayah pedesaan Latakia untuk hari kedua berturut-turut, yang menyebabkan terputusnya layanan, terutama komunikasi, di beberapa wilayah.
Dengan terhentinya layanan dan memburuknya situasi keamanan, toko-toko roti berhenti memproduksi roti, dan pasar-pasar ditutup karena menjadi target serangan militan, pasukan keamanan, dan Kementerian Pertahanan di pemerintahan baru sehingga menyulitkan pemenuhan kebutuhan sehari-hari warga.
Pada hari Ahad (9/3) dilaporkan bahwa jumlah korban jiwa terus meningkat pesat sejak militan masuk untuk mendukung pasukan keamanan dan formasi Kementerian Pertahanan. Jumlah korban tewas hingga Sabtu malam mencapai 1.018 orang, termasuk 745 warga sipil yang dibantai dan dibunuh dengan kejam dalam pembantaian bermotif sektarian.
Korban tewas juga mencakup 125 anggota Keamanan Umum, Kementerian Pertahanan, dan pasukan sekutu, dan 148 orang bersenjata dari rezim sebelumnya serta loyalis mereka dari wilayah pesisir.
Sementara itu, konvoi militer pasukan koalisi internasional memasuki wilayah Suriah melalui perbatasan Al-Waleed dari wilayah Kurdistan Irak.
Menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), konvoi tersebut terdiri dari 24 truk berisi tangki bahan bakar, kotak tertutup, bahan militer dan logistik, dan menuju pangkalan Qasrak di pedesaan utara Hasakah.
Hal ini terjadi dalam konteks pasukan koalisiyang terus memperkuat pangkalan mereka di timur laut Suriah.
Pada Sabtu malam, pasukan koalisi Internasional membawa dua pesawat kargo militer disertai helikopter militer ke pangkalan Kharab al-Jir di pedesaan Rmelan, utara Hasakah, setelah tengah malam pada Jumat-Sabtu.
Menurut sumber Observatorium Suriah, kedua pesawat itu membawa peralatan militer dan logistik, sebagai bagian dari penguatan kehadiran Amerika di wilayah tersebut.
Tiga hari sebelumnya, sebuah pesawat kargo militer milik pasukan koalisi internasional mendarat di pangkalan Al-Shaddadi, selatan Al-Hasakah, bertepatan dengan penerbangan intensif pesawat nirawak di wilayah udara pangkalan tersebut. (mm/alalam)