TelAviv, LiputanIslam.com – 500 lulusan Kursus Komandan Cadangan Angkatan Laut Israel, bersama dengan 1700 seniman dan intelektual Israel menandatangani petisi yang menyerukan pengembalian para tahanan dan diakhirinya perang.
Badan Penyiaran Israel melaporkan pada hari Selasa (15/4) bahwa 500 lulusan kursus komandan cadangan Angkatan Laut menandatangani petisi yang menyerukan pemulangan para tawanan dan diakhirinya perang.
Otoritas penyiaran itu menyebutkan bahwa di antara para penandatangan petisi yang menyerukan diakhirinya perang adalah “empat mantan komandan Angkatan Laut.”
Sebuah media Israel juga melaporkan bahwa 472 mantan pejuang cadangan pasukan khusus mendukung pengembalian tawanan dan penghentian permusuhan di Gaza.
Surat kabar Haaretz melaporkan, “Sekitar 1700 seniman dan intelektual di Israel menandatangani petisi yang menyerukan diakhirinya perang di Gaza dan pengembalian tahanan yang ditahan di Jalur Gaza.”
Mengutip sumber, Haaretz melaporkan bahwa jumlah warga Israel yang menandatangani petisi untuk menghentikan perang dan memulangkan tawanan mencapai lebih dari 100.000 dalam lima hari.
Setelah sekitar 1000 personel Angkatan Udara Israel menerbitkan surat yang menyerukan diakhirinya perang Israel di Jalur Gaza, lebih dari 150 mantan perwira Angkatan Laut Israel juga menandatangani surat serupa yang menentang perang di Jalur Gaza.
Saluran 13 Israel sebelumnya melaporkan bahwa tentara cadangan dari Unit 8200 Divisi Intelijen telah bergabung dengan seruan pilot untuk menghentikan pertempuran dan memulangkan tawanan.
Tidak hanya itu, 100 dokter militer cadangan juga menandatangani surat yang menyerukan gencatan senjata dan pengembalian tawanan, menurut radio militer Israel.
Hal ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan dalam negeri terhadap pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, di mana demonstrasi hampir setiap hari terjadi di wilayah Palestina pendudukan untuk menentang pemecatan pejabat keamanan dan hukum senior serta dimulainya kembali perang di Jalur Gaza.
Al-Qassam Kehilangan Kontak dengan Tawanan
Di pihak lain, sayap militer Hamas Brigade Al-Qassam mengaku telah kehilangan kontak dengan kelompok yang menangkap tentara Israel Idan Alexander setelah terjadi pemboman langsung oleh pasukan Israel.
Juru bicara Brigade Al-Qassam Abu Ubaidah mengatakan, “Kami mengumumkan bahwa kami telah kehilangan kontak dengan kelompok yang menangkap prajurit Idan Alexander setelah pemboman langsung menyasar lokasi mereka. Kami masih berusaha menghubungi mereka.”
Dia menambahkan, “Kami memperkirakan bahwa tentara pendudukan sengaja mencoba meringankan tekanan dalam masalah tawanan berkewarganegaraan ganda agar dapat melanjutkan perang genosida terhadap rakyat kami.” (mm/almayadeen/alalam)