Terkuak, Keterlibatan Perusahaaan Senjata Israel dalam Demonstrasi Anti-Rasisme AS

0
198

(Photo by ARIANA DREHSLER/AFP via Getty Images)

Oleh: Tim CODEPINK*

 LiputanIslam.com–Pasca kematian mengenaskan warga Amerika-Afrika, Geroge Floyd, pada 29 Mei lalu, kota Minneapolis terlihat seperti zona perang. Para demonstran anti-rasisme bentrok dengan petugas polisi yang bersenjata lengkap dengan kendaraan militer, alat-alat anti rusuh, dan drone mata-mata di udara.

Namun, apakah Anda tahu bahwa Dewan Investasi Negara Bagian Minnesota memiliki sekitar 10.000 saham, senilai $ 1,2 juta, di perusahaan senjata terbesar Israel, Elbit System, yang juga merupakan pengekspor drone terbesar di dunia?

Elbit terlibat dalam semua serangan Israel di Gaza dan dalam pembuatan dinding pengawasan virtual di perbatasan AS-Meksiko. Mereka memasarkan produk mereka kepada pemerintah di seluruh dunia dengan embel-embel “teruji dalam peperangan” (terhadap warga sipil Palestina). Produk drone Elbit terbang di atas Gaza untuk memata-matai demonstran damai Gaza untuk ditembak oleh tentara Israel.

Ada kemungkinan tinggi bahwa drone yang digunakan polisi di Minneapolis adalah drone Elbit, terutama mengingat bahwa Metropolitan State University yang terletak di Minneapolis-St. Paul bermitra dengan Elbit dalam hal fasilitas pelatihan cyber-security. Sejumlah pejabat Demokrat di Kongres telah menulis surat kepada Departemen Keamanan Dalam Negeri, Chad Wolf, yang menyatakan “keprihatinan serius” atas penggunaan drone di Minneapolis pada tanggal 29 Mei untuk “mengawasi dan mengintimidasi” para demonstran.

Kemitraan korporasi militer AS-Israel hanya bagian kecil dari cerita keseluruhan. Berkat kerja para mitra kami di Jewish Voice for Peace, pelatihan polisi AS bersama dengan militer Israel telah diekspos.

Kampanye Deadly Exchange telah menjelaskan bagaimana program-program seperti ini dipromosikan dan memperluas kebijakan yang diskriminatif dan represif di kedua negara. Polisi AS belajar dari militer Israel dan militer Israel belajar dari departemen kepolisian AS tentang taktik perang di perkotaan, serangan rasial, eksekusi di luar hukum, kebijakan tembak-menembak, dan jaringan mata-mata dan pengawasan.

Dari Palestina ke AS, Elbit telah menyediakan produk-produk untuk memata-matai, mengawasi, dan menyerang orang-orang tak bersalah. (ra)

*Anggota tim CODEPINK: Ariel Gold, Ann, Asia, Carley, Caty, Cody, Emily, Jodie, Kelsey, Leila, Leonardo, Makena, Mary, Medea, Michelle, Nancy, Paki, Teri, and Yousef. Tulisan ini diterjemahkan dari palestinechronicles.com

DISKUSI: