Tentara Israel Gusur Belasan Rumah Warga Palestina di Tepi Barat

0
81

[Hazem Bader/AFP]

Tepi Barat, LiputanIslam.com–Tentara Israel menghancurkan sebanyak 18 rumah yang menampung 11 keluarga Palestina di desa Khirbet Humsa, kawasan pendudukan Tepi Barat, pada Selasa (3/11) larut malam.

Akibat penghancuran ini, sebanyak 74 orang mengungsi, di mana lebih dari setengahnya adalah anak di bawah umur. Demikian laporan dari B’Tselem, organisasi anti-pendudukan Israel.

Buldoser dan alat penggali Israel merobohkan bangunan yang digunakan sebagai kandang ternak, toilet portabel, wadah air, dan panel surya. Tentara juga menyita kendaraan dan traktor milik sebagian warga.

Pasca kejadian ini, Perdana Menteri Palestina Mohammed Shtayyeh meminta komunitas internasional untuk campur tangan melawan upaya pasukan Israel untuk “menggusur warga Khirbet Humsa dan puluhan komunitas serupa dari rumah dan tanah mereka sendiri.”

Ia pun menilai Israel sengaja melakukan kejahatan ini pada hari Selasa karena perhatian dunia tengah berfokus pada pemilihan presiden Amerika Serikat.

Salah satu korban yang kehilangan tempat tinggal, Abdelghani Awada, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa tentara Israel hanya memberi waktu 10 menit bagi para korban untuk mengevakuasi barang-barang sebelum bangunan dihancurkan dengan buldoser.

Dia mengaku keluarganya telah tinggal di desa itu selama beberapa generasi.

Menurutnya, Israel melakukan penghancuran ini untuk “mengosongkan Lembah Jordan dari penduduk Palestina”.

Lembah Jordan adalah rumah bagi sekitar 60.000 warga Palestina. Namun, hampir 90 persen tanahnya adalah bagian dari Area C yang berada di bawah kendali penuh Israel.

Warga Palestina dilarang membangun apapun tanpa izin di atas kawasan tersebut. Apa pun yang dibangun tanpa izin, dari perluasan rumah hingga pembuatan tenda, kandang hewan, dan jaringan irigasi, berisiko digusur oleh militer Israel.

Hampir 800 warga Palestina, termasuk 404 anak di bawah umur, telah kehilangan rumah mereka pada tahun 2020. (ra/aljazeera)

DISKUSI: