KualaLumpur,LiputanIslam.com-Perdana Menteri Malaysia menyatakan, sikap terbaru AS terkait pembangunan pemukiman Yahudi adalah bentuk legalisasi terhadap penjajahan.

“Mulai dari sekarang, kami tidak lagi dalam kondisi aman. Jika sebuah negara ingin memasuki negara kami dan membangun pemukiman, mungkin saja tindakan tersebut dianggap legal, sehingga kami tak bisa berbuat apa-apa,”kata Mahathir Mohammad, seperti dilansir kantor berita Anadolu.

Baca: Israel Mengancam Iran Sembari Melecehkan Arab Saudi

“Kalian (AS) menyebut pembangunan pemukiman ilegal sebagai tindakan legal, di saat Israel melancarkan serangan biadab ke Gaza. Bukankah ini sama saja dengan mendorong Israel untuk lebih banyak membunuh warga sipil dan anak-anak serta lolos dari hukuman? AS memberikan hadiah kepada Israel berupa pemukiman di negeri yang penduduknya dibantai Israel,”kata Mahathir.

Senada dengan PM Malaysia, menlu Indonesia juga mengecam keras sikap AS. Retno Marsudi menegaskan, pendirian AS ini bertentangan dengan hukum internasional dan resolusi-resolusi PBB.

“Dengan melihat semua pelanggaran hak warga Palestina yang dilakukan Israel ini, lalu apa lagi yang tersisa untuk dirundingkan,”tandasnya.

Mike Pompeo (menlu AS) dalam jumpa pers Senin (18/11) lalu menyatakan, Washington memandang pembangunan pemukiman Yahudi di Palestina sebagai “hal yang tidak bertentangan dengan hukum internasional.” (af/yjc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*