Tak Mungkin Palestina Didukung, Namun Suriah Dikucilkan

0
102

Amman,LiputanIslam.com-Ketua parlemen Lebanon menyatakan, selama Suriah masih dikucilkan, Palestina tak mungkin mendapat dukungan. Hal ini disampaikan Nabih Berri dalam konferensi asosiasi parlemen Arab di Yordania, Senin (4/3).

“Sebagai anggota parlemen, kita tidak bisa memikul tanggung jawab di hadapan Palestina, saat di waktu yang sama kita masih mengucilkan Suriah dan menciptakan penghalang antara kita dengan negara ini,”kata Berri.

Menurutnya, diperlukan adanya keputusan tegas untuk melawan upaya memilih negeri opsional bagi pengungsi Suriah dan Palestina, atau menempatkan mereka di Lebanon, Yordania, atau negara-negara lain.

Berri menyatakan, saat ini perhatian negara-negara Arab sedang dialihkan kepada agresi Israel ke Damaskus dan perang melawan terorisme, sehingga tidak lagi fokus pada penyelesaian masalah Palestina.

“Selain itu, juga ada upaya untuk mengubah musuh sejati dan mengesankan Republik Islam Iran sebagai musuh (negara-negara Arab), seperti yang terlihat di konferensi Warsawa,”tegasnya.

“Namun keputusan politis paling berbahaya dalam sejarah Palestina, yang dikecam oleh asosiasi kita, adalah keputusan Trump untuk memindahkan kedubes AS ke al-Quds dan menyebutnya sebagai ibukota Rezim Zionis, termasuk juga penghapusan bantuan untuk UNRWA yang berdampak negatif pada aspek pembinaan dan pendidikan di Lebanon serta Suriah. Kasus lainnya adalah penghentian bantuan tahunan untuk PLO dan penutupan kantor organisasi pembebasan Palestina di Washington.”

Berri menyesalkan terjadinya banyak musibah yang dialami rakyat Palestina akhir-akhir ini, namun tak ada unjuk rasa yang diadakan di negara-negara Arab untuk mendukung mereka. (af/alalam)

 

DISKUSI: