Suriah Kembali Bantah Tudingan Penculikan Jurnalis AS

0
28

Damaskus,LiputanIslam.com-Baru-baru ini, Kantor Dirjen Keamanan Publik Lebanon mengumumkan bahwa negaranya masih terus memediasi Washington dan Damaskus tentang nasib warga AS bernama Austin Tice. Kantor ini mengatakan, “Misi ini rumit dan memakan banyak waktu. Pekerjaan berjalan dengan lambat, namun bergerak maju sebagaimana mestinya. Perundingan terkait masalah ini tidak berhenti.”

Washington selama ini mengklaim bahwa Tice telah diculik di sebuah pos pemeriksaan di dekat Damaskus pada 2012. Tice adalah jurnalis independen dan mantan anggota Angkatan Laut AS.

Kabar mediasi ini mendapat tanggapan dari Kemenlu Suriah. Sumber-sumber di Kemenlu Suriah mengutarakan keheranan atas bergulirnya kembali isu mediasi Dirjen Badan Keamanan Publik Lebanon, Abbas Ibrahim terkait Tice.

“Kami heran atas dibicarakannya kembali mediasi Abbas Ibrahim sehubungan dengan Tice, yang diklaim hilang di Suriah oleh AS,” kata sumber-sumber tersebut kepada harian Suriah, al-Watan.

Pada Agustus silam, Kemenlu Suriah menanggapi klaim Washington soal penculikan, penyekapan, atau penangkapan warga AS, termasuk Tice. Dalam statemennya, Kemenlu Suriah menyatakan bahwa klaim-klaim ini menyesatkan dan jauh dari logika. Sebab itu, Damaskus membantah keras tudingan penangkapan dan penculikan warga AS di kawasan-kawasan yang dikuasainya. Apalagi Pemerintah AS sebelum itu sudah mengakui bahwa Tice dan warga AS lain masuk ke Suriah secara ilegal.

Kemenlu Suriah dalam statemennya menyatakan,“Pemerintah AS-lah yang telah melanggar isi Konvensi Wina terkait hubungan konsuler dan diplomatik. Bahkan AS mendorong puluhan warganya untuk pergi ke Suriah secara ilegal dan memasuki kawasan-kawasan yang diduduki kelompok teroris bersenjata.” (af/fars)

 

DISKUSI: