Sosiolog Israel: Perjalanan Netanyahu Sudah Hampir Tamat

0
432

Tel Aviv, LiputanIslam.com-Seorang dosen sosiologi Israel dalam artikelnya menulis, ‘kemenangan’ Benyamin Netanyahu saat ini bukanlah penghujung jalannya, justru akhir dari jalannya sudah semakin dekat.

Dalam artikelnya di harian Yedioth Ahronoth, Yoram Yovel menyatakan bahwa separuh warga Israel ingin melihat Netanyahu berada di luar kancah politik. Ia menyebut hal ini sebagai kenyataan yang tak bisa diubah.

“Mengingat bahwa Netanyahu masih menguasai organ-organ pemerintahan, saat ini kita masih berada dalam kondisi mengenaskan. Namun keputusasaan bukan sebuah program praktis. Kita mesti mengerahkan segala upaya untuk melengserkan Netanyahu dari posisi perdana menteri,”tulis Yovel.

Menurut Yovel, separuh dari penduduk Israel menghendaki pengunduran diri Netanyahu, walau dia terus mengulang-ulang pemilu. Yovel menyebut PM Israel itu sebagai figur koruptor yang bertindak demi kepentingan pribadi dan menyalahgunakan kekuasaan.

Yovel, yang juga pernah menempati jabatan militer, mengatakan bahwa Netanyahu menggunakan tiga cara untuk mempertahankan kekuasaannya.

“Pertama, dia berusaha menakut-nakuti orang-orang dan mengesankan bahwa dia satu-satunya orang yang bisa menyelamatkan mereka. Jika mereka tidak mendukungnya, maka mereka akan menemui nasib buruk.

“Kedua, dia menyebar kebencian dan menciptakan perselisihan di tengah masyarakat. Ketiga, dia melemahkan Knesset (parlemen Israel) dan menakut-nakuti wakil rakyat serta menguasai sistem hukum,”kata Yovel.

Dalam lanjutan tulisannya, Yovel menyebut Netanyahu telah melakukan kudeta di tengah pandemi Corona di Israel. Meski ia tidak menciptakan virus itu, tapi ia memanfaatkannya untuk menancapkan kekuasaannya serta lari dari pengadilan. Netanyahu menggunakan krisis Corona sebagai dalih untuk menunda pengadilannya hingga 24 Mei nanti.

“Netanyahu bukan hanya koruptor, tapi juga menyeret selainnya untuk melakukan korupsi,”tandas Yovel. (af/alalam)

DISKUSI: