Seperti Diduga, Rusia Veto Draft Resolusi terkait Krisis Ukraina

0
375

New York, LiputanIslam.com –Seperti yang sudah diduga sebelumnya, draft resolusi anti-Rusia terkait dengan kecaman atas apa yang disebut draft sebagai “serangan Rusia ke Ukraina” diveto oleh Rusia dalam sidang Dewan Keamanan PBB yang digelar Jumat (25/2/2022) waktu setempat. CNN melaporkan, veto atau penentangan atas draft resolusi dikeluarkan oleh Rusia, sementara Cina, India, dan Uni Emirat Arab memilih bersikap abstain. Sebelas anggota DK PBB lainnya memberikan suara mendukung draft yang dirancang oleh AS tersebut.

Pembahasan atas draft resolusi dihubungkan dengan operasi militer Rusia pada Kamis, 24 Februari 2022. Operasi militer dilakukan hanya beberapa hari setelah Moskow secara resmi mengakui kemerdekaan Republik Rakyat Luhansk dan Donetsk dari Ukraina. Menurut Rusia, Ukraina tidak mematuhi komitmennya di bawah kesepakatan Minsk yang ditandatangani pada tahun 2014 dan 2015 untuk menyelesaikan konflik antara dua provinsi timur Ukraina itu dengan Kiev.

Negara-negara Barat ajuga dilaporkan telah menjatuhkan sejumlah sanksi terhadap Rusia karena tindakannya itu. Mereka dikabarkan tengah mengkaji pemutusan akses Moskow ke sistem jaringan pesan finansial SWIFT.

Duta Besar AS untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield, dikutip oleh AFP menyatakan kekecewaannya karena draft tersebut gagal diratifikasi oleh DK PBB. Linda mengatakan, “Biarkan saya membuat suatu hal jelas. Rusia, Anda bisa memveto resolusi ini. Tapi, Anda tak bisa memveto suara kami. Anda tidak bisa memveto kebenaran. Anda tidak bisa memveto prinsip kami. Anda tidak bisa memveto warga Ukraina.”

Linda juga menambahkan, “Kami bersatu mendukung Ukraina dan warganya, meskipun ada satu anggota tetap Dewan Keamanan yang sembrono dan tidak bertanggung jawab; yang menyalahgunakan kekuasaannya, untuk menyerang tetangganya dan menumbangkan PBB dan sistem internasional kita.”

Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, berterima kasih kepada anggota dewan yang tidak mendukung draft resolusi yang dibuat oleh AS tersebut. Sambil menyebut draft itu sebagai ‘anti-Rusia’m Nebenzia menyatakan, “Draft resolusi Anda tidak lain adalah langkah brutal dan tidak manusiawi lainnya di papan catur Ukraina ini.”

Berdasarkan kepada aturannya, draft resolusi ini akan dibawa ke pertemuan Majelis Umum PBB yang beranggotakan 193 orang, untuk kemudian dijadikan sebagai keputusan Majelis Umum.

Berbagai rancangan resolusi yang diajukan ke forum DK PBB memang sering gagal disepakati, gara-gara adanya hak istimewa veto yang dimiliki oleh AS, China, Rusia, Prancis, dan Inggris. Sebagai contoh, lebih dari empat puluh draft resolusi kecaman terkait dengan kekejaman Israel di Palestina tidak pernah menjadi resolusi, karena pasti dikecam oleh AS. (os/cnn/reuters/li)

DISKUSI: