Senator AS Tuding Saudi Kobarkan Perang terhadap Minyak AS

0
450

Washington, LiputanIslam.com—Di tengah penundaan kesepakatan OPEC +, para senator AS dari negara-negara bagian produsen minyak meminta para pejabat Saudi mengakhiri “perang minyak” terhadap produsen AS.

Permintaan itu disampaikan lewat panggilan telepon selama dua jam oleh para senator AS yang dipimpin oleh Senator Kevin Cramer dan Dan Sullivan pada hari Sabtu (11/4), dua hari setelah OPEC + sepakat untuk memotong 10 juta barel minyak per hari offline. Kesepakatan besar-besaran ini dimaksudkan untuk menghentikan kejatuhan harga minyak mentah dan mendorong pasar minyak.

Meskipun upaya stabilisasi tampaknya dihargai di AS di mana perusahaan kecil mereka terpukul keras oleh gejolak pasar, para pejabat AS tidak mau melewatkan kesempatan untuk menyalahkan Saudi masalah ini.

“Walaupun kami menghargai mereka karena mengambil langkah pertama untuk memperbaiki masalah yang mereka ciptakan, Saudi menghabiskan waktu lebih dari sebulan mengobarkan perang terhadap produsen minyak Amerika, padahal pasukan kami melindungi mereka,” kata Senator Cramer dari North Dakota.

“Bukan itu cara teman memperlakukan teman. Tindakan mereka tidak bisa dimaafkan dan tidak akan dilupakan. Langkah Arab Saudi selanjutnya akan menentukan apakah kemitraan strategis kami dapat diselamatkan,” tambahnya setelah ia menelepon Menteri Energi Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman, Wakil Menteri Pertahanan Khalid bin Salman, dan Dubes Saudi untuk AS Putri Reema bint Bandar bin Sultan.

Pejabat AS yang duduk di Komite Layanan Bersenjata Senat itu juga mengatakan bahwa keputusan Riyadh untuk meningkatkan produksi hingga lebih dari 12 juta barel “sangat memperburuk kekacauan di pasar energi global”. Keputusan itu juga menambah rasa sakit yang ditimbulkan oleh kondisi pandemi corona. Menurutnya, gejolak itu merusak pasar tenaga kerja AS, di mana “puluhan ribu” orang telah di-PHK dan perusahaan-perusahaan energi terpaksa tutup.

“Tindakan lebih penting daripada kata-kata. Kerajaan perlu mengambil tindakan nyata dan berkelanjutan untuk memangkas produksi minyak secara signifikan, dan perlu segera dilakukan,” tegas Cramer.

Sementara itu, Senator Ted Cruz dari Texas yang juga berpartisipasi dalam percakapan itu, menuding Riyadh berusaha membunuh produsen minyak Texas dengan membanjiri pasar.

“Jika Anda ingin berperilaku seperti musuh kami, kami akan memperlakukan Anda seperti musuh kami,” koarnya, seperti dikutip oleh Dallas Morning News.

Namun, menurut Cruz, Rusia juga bersalah atas masalah ini dan Meksiko tidak dapat disalahkan. “Bukan Meksiko yang meluncurkan serangan ekonomi ini pada produsen AS. Rusia dan Arab Saudi … yang berusaha mengeksploitasi pandemi ini. ”

Kesepakatan OPEC + sebelumnya gagal pada awal Maret 2020 ketika Rusia dan Arab Saudi tidak menemukan titik temu selama pembicaraan di Wina. Riyadh bersikeras mengurangi produksi minyak, sementara Moskow ingin mempertahankan tingkat produksi. Akibatnya, Saudi memangkas harga minyaknya untuk meraih pangsa pasar dan meningkatkan produksi ke tingkat tertinggi. (ra/rt)

DISKUSI: