Senator AS: Investasi Saudi di Twitter Bahayakan Warga AS

0
69

Washington,LiputanIslam.com-Kongres AS mengungkap kecemasannya menyusul kabar Investasi yang dilakukan orang-orang berpengaruh Saudi di Twitter. Sejumlah legislator AS meyakini, investasi ini bisa memberi melapangkan jalan bagi Riyadh untuk mengakses data-data para pengguna Twitter, sehingga bisa saja memunculkan risiko keamanan bagi Washington.

Harian Inggris, Guardian melaporkan, Ketua Komite Urusan Finansial Senat AS, Ron Wyden dan Senator Chris Murphy telah melayangkan peringatan soal risiko dan dampak dari potensi akses Saudi ke data para pengguna Twitter.

“Mengingat masa lalu Rezim Saudi dalam memenjarakan para penentang, menggunakan mata-mata di Twitter, dan membunuh jurnalis Washington Post secara kejam, rezim ini harus dicegah untuk mengakses informasi akun-akun Twitter, pesan-pesan langsung, dan data-data lain yang mungkin bisa digunakan untuk melacak para penentang politik serta meredam kritik terhadap Keluarga Kerajaan,” ujar Wyden dalam statemennya.

“Sudah sejak lama saya katakan bahwa AS punya kepentingan keamanan untuk melindungi data warga AS dari pemerintah-pemerintah haus darah asing. Rezim Saudi jelas-jelas sesuai dengan deskripsi ini,” imbuhnya.

Setelah kepemilikan Elon Musk atas Twitter difinalisasi, Pangeran Walid bin Talal mengumumkan bahwa setelah Musk, ia adalah pemegang saham terbesar kedua di media sosial tersebut.

Menurut Guardian, Kas Investasi Publik Saudi, yang dipimpin Muhammad bin Salman, langsung membeli 17 persen saham kepemilikan al-Mamlakah al-Qabidhah senilai 1,5 miliar dolar, tak berapa lama setelah Bin Talal mengumumkan berita di atas.

Guardian menulis, saat ini memang tampaknya investasi ini tidak memberi izin kepada Bin Talal atau Bin Salman untuk mengontrol data-data. Sekarang ini Musk adalah pengelola tunggal Twitter. Namun masa lalu Saudi dalam menggunakan media sosial ini sebagai sarana propaganda dan reputasinya dalam membungkam para penentang politik Dinasti Al Saud masih menjadi masalah yang menyebabkan kekhawatiran. (af/fars)

DISKUSI: