Sekjen Hizbullah: Veto AS Halangi Pembelian Minyak Iran

0
145

Beirut,LiputanIslam.com-Dalam pidato peringatan malam-malam Muharram, Sayyid Hasan Nasrallah mengkritik janji-janji kosong yang diberikan Dubes AS soal pasokan gas dari Mesir dan distribusi listrik dari Yordania.

“Sudah 1 tahun berlalu, namun tidak terjadi apa pun. Pada akhirnya, corong-corong media melancarkan propaganda dan menuding Resistansi sebagai pihak yang bertanggung jawab (atas krisis Lebanon),”kata Sekjen Hizbullah tersebut.

Sehubungan dengan krisis bahan bakar di Lebanon, ia mengatakan,”Kami merasa iba kepada rakyat Lebanon dalam masalah bahan bakar. Sebab itu, kami kembali mengajukan tawaran Iran sebelum ini untuk menjual komoditas minyak dengan menggunakan lira Lebanon. Kami telah menawarkannya kepada para pejabat Lebanon, namun veto AS mencegah terwujudnya hal ini.”

Menurutnya, Perang 33 Hari adalah perang terberat yang pernah dijalani Hizbullah. “Perang ini terjadi di tengah pertikaian domestik. Namun kita berlindung kepada Allah dan kita diberi kemenangan, sebab Dia melihat ketulusan niat kita,”kata Sayyid Nasrallah.

“Gerakan kita adalah gerakan jihad. Selama masih ada proyek AS dan Israel, kita akan menghadapinya dalam berbagai level militer, keamanan, budaya, dan sosial.”

“Jihad kita adalah menyerukan perlawanan menyeluruh. Di masa sekarang, AS dan Israel adalah manifestasi setan. Perang ini masih berlanjut.”

“Musuh ingin kita menyerah dan tumbang. Tentu jawaban rakyat di masa Pemilu sangat telak. Hasil Pemilu juga membuat musuh putus asa, terutama setelah berlalunya 3 tahun blokade ekonomi,”tandasnya. (af/fars)

DISKUSI: