Sekjen Hizbullah: Kami Latih Faksi Palestina Mana pun Tanpa Pandang Bulu

0
342

Beirut,LiputanIslam.com-Dalam rangka peringatan tahun ke-40 pembentukan Hizbullah, stasiun televisi al-Mayadeen menyiarkan arsip wawancara dengan Sayyid Hasan Nasrallah (yang dilakukan kurang lebih 20 tahun lalu) dalam program “Arbaun wa Baad”.

Dalam episode ke-5 Sekjen Hizbullah berbicara tentang wafatnya mantan Presiden Suriah, Hafez Assad. Ia mengatakan, meninggalnya Hafez adalah kehilangan besar bagi proyek perlawanan Arab versus Israel.

“Forum-forum AS-Israel sudah sejak lama menanti-nantikan kematian Hafez. Kami mendengar dan membaca bahwa banyak delegasi AS yang menemui Hafez mengemban misi untuk menyelidiki kondisi kesehatannya,” tutur Sayyid Nasrallah.

Sehubungan dengan tahap pasca-Hafez, Sayyid Nasrallah mengatakan bahwa kubu Resistansi tidak terlalu mengkhawatirkan tahap tersebut, sebab sikap Suriah sudah jelas dan gamblang.

“Di masa Hafez Assad, kami menjalin kontak langsung dengan Dr. Bashar Assad, yang akhirnya menjadi Presiden. Kita tahu bahwa Bashar memiliki akal, pemahaman, komitmen, dan sikap politik sama seperti ayahnya. Dalam beberapa kesempatan, saya berkata bahwa Hafez Assad telah kembali lagi,” kata Sekjen Hizbullah.

Sayyid Nasrallah lalu bicara tentang hubungan dengan mantan Presiden ke-11 Lebanon, Emil Lahoud. Ia memujinya sebagai “seorang Presiden luar biasa yang telah menggagalkan konspirasi dalam negeri atas Hizbullah”.

Sehubungan dengan pelatihan yang diberikan Hizbullah kepada pejuang Palestina di masa itu, Sayyid Nasrallah mengatakan,”“Kami melatih faksi Palestina mana pun yang tengah berjuang melawan Israel dan membutuhkan pelatihan. Hal ini berlaku untuk semua kelompok Islam tanpa terkecuali. Kami bekerja sama dengan semua pihak dalam hal ini,” tandas Sayyid Nasrallah.

DISKUSI: