Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Internasional

Schulz Ungkap Peran Trump dalam Konflik Qatar-Saudi

Published 04/07/2017 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

LiputanIslam.com-Martin Schulz, kandidat kanselir agung Jerman dan mantan ketua parlemen Eropa, dalam pernyataan terakhirnya mengkritik kebijakan persenjataan Amerika. Dia menegaskan bahwa negaranya tidak boleh mengekor kebijakan ini.

Schulz juga meminta agar Angela Merkel menarik diri dari metode-metode tak jelas serta mengambil sikap tegas dan transparan terhadap Donald Trump. Namun, yang patut diperhatikan adalah pernyataan Schulz soal peran Washington dalam ketegangan hubungan antara Saudi dan Qatar baru-baru ini.

Dalam wawancara dengan harian Jerman, Deutsche Welle, Schulz mengatakan,”Presiden Amerika telah menambah anggaran persenjataan negaranya. Di saat yang sama, Trump juga berniat mundur dari Eropa. Harus ditanyakan, apa yang sebenarnya dicari Trump? Apa tujuannya? Dia berkeliling dunia dan memperparah sejumlah konflik, termasuk konflik Saudi dan Qatar. Ini menunjukkan bahwa kita tidak boleh mengikuti logika persenjataan Amerika dan pemerintahan Trump. Mengikutinya hanya akan menyeret Jerman dalam kesulitan.”

Seperti yang ditekankan Schulz, Amerika berperan dalam meningkatnya ketegangan hubungan Qatar-Saudi. Pada dasarnya, para petinggi klan Saud mengambil kebijakan tak lazim terhadap Doha menurut instruksi langsung dari Gedung Putih.

Peran Washington dalam kemelut antara negara-negara Teluk ini tak bisa diingkari. Sejak kunjungan regional Trump ke Riyadh dan Doha, krisis ini muncul dan terus memburuk. Banyak dari kalangan analis masalah-masalah Timteng berpendapat, kunjungan Trump serta pembicaraan antara dia dan pejabat Saudi adalah pemantik konflik Teluk.

Di tengah situasi ini, Rex Tillerson, menteri luar negeri Amerika, dan para pejabat Amerika lain berusaha memainkan peran sebagai ‘penengah’ antara Doha dan Riyadh. Mereka bersikap seolah tidak tahu menahu soal timbulnya konflik ini dan tidak memiliki peran dalam kelanjutannya! Tentu saja kemunafikan dan dualisme semacam ini bukan hal baru bagi para pejabat Amerika, baik dari kalangan Demokrat atau Republik.

Poin penting lain dalam pernyataan Schulz adalah permintaannya agar Jerman tidak mengekor kebijakan persenjataan Amerika. Jelas bahwa jika Jerman dan Uni Eropa terlibat dalam puzzle regional rumit yang disusun Amerika, mereka akan membayar harga mahal untuk itu.

Martin Schulz sebagai kandidat kanselir agung Jerman dari kalangan sosial-demokrat telah membuka kedok permainan Trump dan kebijakan regionalnya yang berbahaya. Sayangnya, di saat orang-orang Eropa telah menyadari bahaya permainan ini, sejumlah negara di Timur Tengah, seperti Saudi, justru memilih untuk melibatkan diri dalam permainan Amerika dan pemerintahan Trump. Jelas bahwa permainan ini akan membuat pemerintahan Trump dan para sekutunya terjebak dalam rawa-rawa kesulitan. (af/alalam/mehrnews)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account