Sanaa Tolak Kondisi ‘Bukan Perang Bukan Damai’

0
96

Sanaa,LiputanIslam.com-Seorang anggota tim negosiator Pemerintah Yaman, Hamid Ashim menyatakan, kunjungan delegasi Oman adalah bagian dari rangkaian pertemuan untuk melengkapi pembicaraan-pembicaraan sebelum ini.

“Sanaa telah menjelaskan kepada semua pihak bahwa tahap ‘bukan perang bukan damai’ tidak bisa diterima. Sanaa tidak akan mengizinkan bangsa Yaman mati kelaparan di saat musuh-musuh menjarah sumber-sumber minyak kami,”kata Ashim kepada al-Masirah.

“Gaji (para pegawai Yaman) harus dibayarkan, atau kita akan kembali ke situasi perang. Penyelesaian masalah rakyat adalah prioritas kami dalam setiap perundingan,”tandasnya.

Senada dengan Ashim, Ketua Dewan Tinggi Politik Yaman Mahdi al-Mashat berkata bahwa selama tuntutan adil rakyat Yaman tidak diwujudkan, tak akan ada gencatan senjata. Tuntutan-tuntutan ini meliputi pembayaran gaji para pegawai Pemerintahan melalui devisa minyak dan gas Yaman.

Kantor Berita resmi Yaman, SABA melaporkan, al-Mashat dalam pertemuan dengan delegasi Oman menyatakan bahwa Yaman menghendaki perdamaian adil dan bermartabat, yang mendatangkan stabitalitas serta ketenangan bagi rakyat Yaman dan Kawasan.

“Jika tuntutan sah dan adil rakyat Yaman tidak dipenuhi, tidak akan ada gencatan senjata; tuntutan-tuntutan seperti pembayaran gaji para pegawai Pemerintahan melalui sumber-sumber minyak dan gas Yaman, juga mencakup dibukanya kembali pelabuhan dan bandara-bandara,” tegas al-Mashat.

Sembari menekankan bahwa Sanaa tidak akan mundur untuk melindungi sumber-sumber minyak dan gas Yaman, al-Mashat menambahkan, ”Kami berterima kasih dan menghargai upaya saudara-saudara dari Oman serta peran positif mereka dalam menciptakan perdamaian bermartabat yang diinginkan semua rakyat Yaman.”

Al-Mashat mengungkap kemuakannya terhadap peran negatif AS dan Inggris di Yaman, juga partisipasi Utusan PBB dengan propaganda menyesatkan kedua negara ini. Ia melayangkan peringatan kepada para agresor dengan mengatakan, ”Kesabaran bangsa Yaman ada batasnya. Bangsa Yaman mungkin akan terpaksa mengambil beberapa tindakan demi melindungi kepentingan mereka.” (af/alalam)

 

DISKUSI: