Sanaa Tolak Gencatan Senjata yang Tak Untungkan Rakyat

0
326

Sanaa,LiputanIslam.com– PM Yaman, Abdulaziz bin Habtour menyatakan bahwa persetujuan Dewan Politik dan Pemerintah dengan segala bentuk gencatan senjata bergantung kepada capaian-capaian signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

Bin Habtour menegaskan bahwa pembayaran gaji para pegawai yang sudah mandek selama 7 tahun terakhir dan pembukaan kembali bandara Sanaa untuk lebih dari satu destinasi, akan menjadi langkah awal keberhasilan untuk tiap kesepakatan gencatan senjata mendatang.

“Kami menyepakati gencatan senjata dalam rangka mencabut blokade secara bertahap. Jika gencatan senjata tidak bisa mewujudkan kepentingan langsung bagi rakyat Yaman, kami tidak membutuhkan gencatan senjata sama sekali,” tandas Bin Habtour, seperti diwartakan al-Masirah.

Pada 2 Juni silam, Utusan PBB untuk Urusan Yaman, Hans Grundberg mengumumkan bahwa kedua pihak yang bersengketa di Yaman sepakat untuk memperpanjang gencatan hingga 2 bulan lagi (2 Agustus) sesuai syarat-syarat yang disetujui dalam perjanjian sebelumnya.

Koalisi Saudi tidak punya banyak opsi untuk meyakinkan Sanaa agar memperpanjang kembali gencatan senjata ini. Sanaa sendiri menentang sepenuhnya perpanjangan gencatan senjata dengan bentuk saat ini. Bahkan Grundberg sendiri mengakui bahwa sulit untuk memperpanjang gencatan senjata ini dengan adanya berbagai kendala. (af/fars)

DISKUSI: