Sanaa: Saudi Tak Tepati Janji-janjinya

0
411

Sanaa,LiputanIslam.com-PM Yaman, Abdulaziz bin Habtour menilai bahwa Riyadh berusaha menghindar dari melaksanakan janji-janjinya, karena tak ada tanda-tanda terwujudnya janji-janji yang pernah diberikan Saudi.

“Kami bersikeras bahwa semua kesepakatan yang sudah dilakukan harus dijalankan. Kami memandang pembayaran gaji para pegawai sebagai isu kemanusiaan dan merupakan kunci keamanan serta stabilitas,” kata Bin Habtour kepada stasiun televisi al-Masirah.

Menurut Bin Habtour, tidak ada kontradiksi nyata antara negara-negara anggota Koalisi Saudi dalam agresi atas Yaman. “Pesan al-Mashat melalui Utusan PBB disampaikan agar pihak mana pun tahu di mana harus menempatkan kakinya. Tidak ada bedanya apakah pihak itu Dewan Keamanan, Inggris, atau Amerika,” imbuhnya.

Pesan yang dimaksud PM Yaman adalah pernyataan Ketua Dewan Tinggi Politik Yaman, Mahdi al-Mashat saat bertemu Utusan PBB, Hans Grundberg pada Senin (1/5) lalu.

Dalam pertemuan tersebut, al-Mashat memperingatkan upaya-upaya Amerika dan Inggris untuk menyulut ketegangan baru di Yaman dan menambahkan, ”Jika ketegangan kembali terjadi di Yaman, itu akan merugikan seluruh dunia. Kita tidak akan membiarkan Yaman kembali terseret dalam ketegangan baru. Amerika dan Inggris juga tidak akan keluar dengan selamat dari ketegangan ini.”

Al-Mashat untuk kesekian kalinya mengumumkan kesiapan Yaman untuk berdamai atau berperang. Ia berkata, ”Kami dalam posisi membela negara, kebebasan, dan kemerdekaan kami. Semua klaim Amerika, Inggris, dan kelompok separatis terbukti salah dan menunjukkan bahwa persatuan di Yaman bukan bersifat politis, tapi bersifat kerakyatan.” (af/fars)

DISKUSI: