Sanaa: Agresor Jangan Berharap Kalungan Bunga dari Yaman

0
172

Sanaa,LiputanIslam.com-Ketua Dewan Tinggi Politik Yaman, Mahdi al-Mashat menyatakan, Pemerintah Sanaa tidak mengharapkan bantuan dan pemberian pihak lain, tapi menuntut haknya dari aset-aset minyak dan gas serta sumber-sumber alam lain.

“Siapa pun yang menghalangi rakyat Yaman mendapatkan sumber-sumber miliknya, hendaknya dia tidak berharap memperoleh kalungan bunga,”tandasnya.

“Rakyat Yaman telah diperlakukan tidak adail sekaitan dengan tuntutan sederhana membayarkan gaji semua pegawai Pemerintah dan pensiunan serta mencabut blokade. Lebih dari itu, sumber-sumber kekayaan nasional Yaman juga dijarah oleh para agresor dan antek mereka; sumber-sumber yang bisa digunakan untuk membayar gaji selama bertahun-tahun,”kata al-Mashat.

Ia menegaskan, jika negara-negara agresor punya tekad utuk mengakhiri derita rakyat Yaman, masalah ini bisa diatasi dengan mudah.

“Sikap negara-negara agresor yang secara sengaja tidak mengurangi derita rakyat Yaman berarti bahwa rakyat tidak menerima gencatan senjata. Kami mendesak agar tuntutan-tuntutan rakyat Yaman dipenuhi melalui jalan damai yang adil dan menyeluruh,”kata al-Mashat.

“Pembayaran gaji para pegawai Pemerintah dan pensiunan adalah tuntutan utama rakyat Yaman. Jika hal ini tidak diwujudkan dan gencatan senjata tidak menunjukkan fungsinya, kami menolak perpanjangan (gencatan senjata), sebab menerima gencatan senjata semacam ini sama saja dengan menerima kelanjutan perang dan blokade atas rakyat.” (af/alalam)

DISKUSI: