Sumber: Al-Alam

Tehran, LiputanIslam.com—Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Samkhani, membenarkan bahwa gema kematian Amerika Serikat (AS) semakin meningkat dari hari ke hari. Hal ini disampaikannya merujuk meningkatkannya gelombang aksi massa di Irak.

Baca: Makar Baru AS: Membentuk Negara Sunni Demi Amankan Tentara Irak

Kepada otoritas agama, pemerintah, parlemen, dan rakyat Irak, ia menyampaikan dengan bangga bahwa Irak akhirnya berani mengusir AS dari negara mereka.

Samkhani menyebut pembunuhan martir Soleimani dan Al-Muhandis sebagai kesalahan strategis yang telah diperbuat oleh Presiden AS Donald Trump dan orang-orang jahat yang menghuni Gedung Putih.

“Penghitung waktu kematian AS telah dimulai sejak 3 Januari lalu. Gema kekuatan Washington semakin rapuh, dan itu terus bertambah dari hari ke hari,” ucapnya seperti dikutip dari portal berita berbahasa Arab, Al-Alam, Jum’at (24/1).

Aksi demonstrasi yang melibatkan jutaan massa di Irak membuktikan bahwa ancaman AS untuk mengembargo Irak telah menjadi instrumen usang yang tidak dapat mempengaruhi kehendak rakyat Irak.

Menurut Samkhani, gerakan semacam ini akan menyebar ke negara-negara lain yang turut merasakan dampak agresi pasukan AS.

Aksi demonstrasi massa berlangsung di Baghdad pada Jumat pagi untuk mengutuk kehadiran pasukan pendudukan AS. Massa mengangkat bendera Irak dan meneriakkan slogan-slogan yang menyerukan diakhirinya pendudukan Amerika di negara mereka.(fd/Al-Alam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*