TelAviv,LiputanIslam.com– Partai Likud pimpinan Benyamin Netanyahu bereaksi terhadap serangan verbal mantan PM Israel Yair Lapid yang menyudutkan kabinet Israel saat ini.
”Sangat disayangkan bahwa ketika Israel sedang sibuk berperang di 3 front dan Netanyahu menghendaki update untuk keamanan menyeluruh, Lapid justru berpaling kepada kebijakan-kebijakan hina, alih-alih mengirim pesan persatuan untuk menghadapi musuh,”kata Partai Likud.
Partai Likud ganti memojokkan Lapid dengan mengatakan, ”Lapid telah mencederai daya tangkal (Israel) dengan menyerah kepada Hizbullah dalam masalah (penambangan) gas. Lapid juga menyebarkan narasi Hamas tentang Quds.”
Partai pimpinan Netanyahu ini menegaskan bahwa partai Lapid (Yesh Atid) telah meninggalkan “warisan sulit” untuk kabinet Netanyahu. Likud juga mengungkap kegusarannya atas pertemuan Sayyid Hasan Nasrallah dengan Ismail Haniyeh.
“Dalam situasi semacam ini, diharapkan pemimpin oposisi (Lapid) menunjukkan tanggung jawab nasional dari dirinya,” tandas Likud.
Rezim Zionis sedang berada dalam kondisi terjepit saat ini. Dari satu sisi, Israel menjadi ajang gelombang demo yang menentang rencana reformasi sistem peradilan. Di sisi lain, eksistensi Rezim Zionis juga terancam serius oleh serangan rudal Poros Perlawanan dari berbagai front.
Beberapa hari lalu, lebih dari 100 roket ditembakkan dari selatan Lebanon ke permukiman-permukiman Zionis di utara Tanah Pendudukan. Iron Dome hanya mampu mengadang sebagian kecil dari roket-roket tersebut, sementara sisanya lolos dan menimbulkan kerugian di berbagai sektor.
Pada Sabtu malam, sejumlah roket dari arah Suriah juga menargetkan basis-basis Israel di Golan. Banyak pakar berpendapat bahwa serangan-serangan ini adalah awal untuk konflik yang lebih luas melawan Rezim Zionis, yang akan menjadi bahaya serius bagi Tel Aviv. (af/fars)