Sah, Wewenang Militer Trump Dibatasi DPR AS

0
139

Washington,LiputanIslam.com-Majelis Perwakilan AS pada Jumat dini hari WIB mengesahkan draf pengurangan wewenang militer Donald Trump.

Sebelum ini, Trump sempat memohon agar anggota Partai Republik menentang draf tersebut.

Menurut laporan NBC, draf itu disahkan setelah mendapatkan 224 suara mendukung dan 194 suara menentang.

Pada hari Rabu (8/1) Nancy Pelosi (ketua DPR AS) menyatakan akan mengadakan pemungutaran suara draf terkait, menyusul instruksi Trump untuk membunuh Qassem Soleimani dan meningkatnya ketegangan di kawasan.

Sebelum pemungutan suara, Pelosi kembali mengkritik tindakan Trump yang memerintahkan serangan tersebut.

“Pekan lalu, pemerintah (Trump) telah melancarkan serangan udara provokatif dan tidak relevan terhadap Iran, yang telah menempatkan nyawa warga AS dalam bahaya. Dia melakukannya tanpa berkonsultasi dengan Kongres,”kata Pelosi.

Dia berpendapat, pembunuhan Soleimani tak akan membuat AS lebih aman.

Menanggapi rencana penggodokan draf di atas, Trump pada hari Kamis (9/1) mencuit,”Saya berharap semua anggota Republik di DPR menentang draf wewenang militer yang digulirkan Nancy Pelosi.”

Dia menyebut draf tersebut sebagai upaya Demokrat untuk menginterpelasi dirinya. Trump mengklaim bahwa partai rival tengah berusaha mengintimidasinya.

Pihak Republik menjustifikasi serangan terhadap Soleimani dengan UU yang disusun pada 2002 untuk invasi ke Irak. Mereka mengklaim, karena Soleimani berada di Irak, maka pemerintah berhak melancarkan serangan berasaskan UU tersebut.

Argumentasi ini disanggah oleh Demokrat. Mereka berupaya menghapus UU 2002 itu dan mengesahkan UU baru yang mengharuskan izin Kongres jika AS hendak memerangi Iran. (af/fars)

Baca Juga:

Zarif Kritik Trump: Dunia Dikendalikan oleh Manusia, Bukan Senjata Canggih

Rouhani kepada Johnson: Kalian Nyaman di London Berkat Soleimani

DISKUSI: