Moskow, Liputanislam.com – Kepala Pusat Rusia untuk Rekonsiliasi Suriah, yang bernaung di bawah Kementerian Pertahanan Rusia, Alexey Bakin,  membantah laporan adanya kontak senjata antara tentara Turki dan pasukan organisasi-organisasi yang berafiliasi dengan Turki.

“Tidak benar laporan beberapa media bahwa terjadi kontak senjata antara pasukan pemerintah Suriah dan pasukan organisasi-organisasi yang bernaung di bawah Turki di kawasan Tel Tamr, provinsi Hasakah,” tepis Bakin.

Baca: Sekjen Hizbullah Cemaskan Terjadinya Perang Saudara di Lebanon

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin dan sejawatnya dari Turki, Recep Tayyip Erdogan, Selasa lalu meneken nota kesepahaman yang terdiri atas 10 poin setelah mengadakan pembicaraan selama enam jam.

Putin mengaku puas dan menyebut perundingannya dengan Erdogan itu “sangat penting, kalaupun tidak terlalu signifikan bagi upaya menyudahi situasi yang sangat tegang di perbatasan Suriah-Turki”.

Sesuai kesepakatan ini, polisi militer Rusia bersama pasukan penjaga perbatasan Suriah akan memfasilitasi pemindahan milisi Kurdi Unit Perlindungan Rakyat (YPG) ke wilayah sejauh 30 kilometer dari garis perbatasan tersebut dalam jangka waktu 150 jam. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*