Gaza,LiputanIslam.com-Menteri perang Israel, Avigdor Lieberman, dikabarkan meminta pemerintah menyiapkan rencana untuk menghadapi potensi konflik dengan Jalur Gaza. Menurut laporan stasiun televisi al-Manar, protes para pemukim Zionis terus meningkat akibat gencarnya serangan rudal pejuang Palestina.
Hasan Hijazi, reporter al-Manar, melaporkan bahwa daerah-daerah perbatasan dengan Jalur Gaza dicekam ketakutan. “Serangan-serangan rudal ini adalah bukti kemurkaan rakyat Palestina atas keputusan Trump. Pentas-pentas Zionis mengkhawatirkan bertambahnya serangan rudal dan konsekuensi balasan Israel atas Palestina,”lapor Hijazi.
Moshe Yaalon, mantan menteri perang Israel, mengatakan bahwa serangan-serangan rudal ini berkaitan dengan al-Quds. “Menurut saya, Iran menghasut Jihad Islami untuk menciptakan konflik. Kita harus menindak tegas mereka yang menembakkan rudal-rudal ini,”ujar Yaalon.
Seorang pakar politik Israel mengungkapkan, pekan ini ada 15 rudal yang ditembakkan ke Israel. Ini merupakan jumlah serangan terbanyak pasca operasi “Karang Keras.”
“Ini pertanda bahwa akhir-akhir ini Israel tidak melakukan tindakan preventif. Hal ini harus dicemaskan oleh para pejabat keamanan,”kata Yosi Yeshua.
Tentara Rezim Zionis telah meningkatkan serangan udara ke target-target di Jalur Gaza. Mereka mengancam, jika serangan rudal masih terus berlanjut, serangan udara mereka juga akan bertambah. (af/yjc/almanar)