Ribuan Warga Amerika Demo Tolak Lockdown

0
822

Wiscounsin, LiputanIslam.com–Sekelompok demonstran Amerika di negara bagian Wisconsin memprotes kebijakan lockdown dari Gubernur Tony Evers di tengah wabah Covid-19.

Sejauh ini, aksi protes ini diketahui sebagai aksi anti-lockdown terbesar.

Setidaknya 1.500 orang berkumpul di Madison pada Jumat (24/4) luar gedung Capitol yang tertutup. Mereka menyuarakan kepahitan atas kondisi ekonomi masyarakat akibat kebijakan lockdown, di mana ratusan ribu warga tidak bisa lagi bekerja.

Pekan lalu, Gubernur Evers memperpanjang periode lockdown yaitu hingga 26 Mei nanti. Pada fase kedua isolasi ini, ada beberapa keringanan seperti pemberian izin buka bagi perpustakaan umum, lapangan golf, dan  sejumlah “bisnis yang tidak esensial”.

Anggota parlemen Republik berusaha memblokir perpanjangan ini. Mereka mengajukan gugatan yang menyerukan larangan terhadap kebijakan tersebut, tetapi pengadilan belum mengabulkan permintaan ini.

Meskipun aturan diperingan, pekerja Wisconsin tetap mengalami kerugian dengan angka pengangguran yang jauh lebih buruk daripada saat puncak krisis keuangan 2008.

“Bahkan pada 2008, kami tidak mengalami setengah dari klaim pengangguran selama resesi besar,” kata Emily Savard dengan Departemen Pengembangan Tenaga Kerja Wisconsin dalam wawancara dengan media lokal.

Ia menambahkan, saat ini lebih dari 440.000 warga mengalami pengangguran. Di seluruh negeri, penutupan bisnis dapat melipatgandakan pengeluaran defisit federal menjadi $ 3,7 triliun selagi anggota parlemen meluncurkan serangkaian paket bantuan besar-besaran.

Akibat kesengsaraan ekonomi ini, para pengunjuk rasa Wincounsin menyuarakan keprihatinan tentang penyalahgunaan kekuasaan. Bahkan, sejumlah plakat berisi julukan kepada Gubernur Evers sebagai “perampas kekuasaan”. Plakat lainnya berbunyi: “Oh, tidak! Ada virus. Cepat … Mari kita bakar Bill of Rights [Deklarasi Hak-Hak].” (ra/rt)

 

DISKUSI: