Rekam Jejak Kamala Harris, Cawapres AS Pendukung Israel

0
118

Washington, LiputanIslam.com—Kandidat presiden AS dari Partai Demokrat, Joe Biden, baru-baru ini memilih Kamala Harris sebagai pasangannya dalam pertaruangan merebut kursi kepresidenan. Meski Harris dikenal atas kebijakan progresif-nya dalam berbagai isu, ia ternyata merupakan pendukung Israel sejati.

Rekam jejak Harris dalam mendukung Israel terlihat dari beberapa pidatonya di Komite Hubungan Publik Amerika Israel (AIPAC).

Dalam Konferensi AIPAC pada Maret 2017 lalu, ia mengutarakan keyakinannya mengenai hubungan antar kedua negara.

“Biar saya jelaskan tentang apa yang saya yakini. Saya berdiri bersama Israel karena nilai-nilai kita bersama yang sangat mendasar bagi pendirian kedua negara kita. ”

Pada 2018, dia lagi-lagi berpidato di konferensi AIPAC, namun off-the-record. Di sana di mengatakan, “Waktu saya kecil, saya tidak pernah menjual kue Pramuka, tapi saya berkeliling dengan kotak JNFUSA (Dana Nasional Yahudi) untuk mengumpulkan dana penanaman pohon di Israel.”

Tahun berikutnya, ia menjamu para pemimpin AIPAC di kantornya, di mana mereka membahas “hak Israel untuk mempertahankan diri,” seperti dikutip dari kata-katanya sendiri.

Di bawah ini adalah video pidato lengkap Harris di konferensi AIPAC pada 28 Maret 2017, di mana dia mengumumkan dengan bangga bahwa resolusi pertama yang ia sponsori sebagai senator AS adalah untuk memerangi bias anti-Israel di PBB.

Apa itu AIPAC?

AIPAC merupakah salah satu kelompok lobby Zionis di pemerintahan AS yang berusaha mempengaruhi kebijakan-kebijakan luar negeri AS yang memberikan keuntungan pada Israel. Pada 1997, majalah Fortune menyebut AIPAC sebagai grup paling berpengaruh kedua di Washington DC.

Misi pokok mereka, sebagaimana yang tercantum di laman resmi AIPAC, adalah “untuk memperkuat, melindungi, dan mempromosikan hubungan AS-Israel dengan cara meningkatkan keamanan Amerika Serikat dan Israel.”

Dalam pelaksanaannya, anggota AIPAC bertemu secara rutin dengan anggota Kongres AS, biasanya dengan cara menyelenggarakan sebuah acara khusus, dan mengundang politisi yang akan dilobi-lobi. Harapannya, jika lobi berhasil, si politisi akan memperjuangkan aspirasi AIPAC di kongres hingga menjadi sebuah undang-undang.

Salah satu undang-undang penting yang sejumlah pengamat politik nilai sebagai keberhasilan penting bagi lobi AIPAC adalah terbitnya Jerusalem Embassy Act tahun 1995. Isinya memerintahkan pemerintahan AS untuk memindahkan kedubesnya dari Tel Aviv ke Yerusalem paling lambat 31 Mei 1999. Pemerintah AS juga mesti membantu 50 persen dana pemindahan. Langkah ini adalah simbol dari pengakuan Yerusalem sebagai ibukota Israel oleh pemerintah AS. (ra/palestinechroncles/tirto)

DISKUSI: