Tenda yang ditinggali keluarga Palestina di samping pemukiman Israel. Foto ini diambil pada musim musim dingin di Hebron, 9 Januari, 2020. (Photo by AFP)

Tepi Barat, LiputanIslam.com–Pemerintah Israel menyetujui pembangunan cagar alam di kawasan pendudukan Tepi Barat. Warga Palestina pun marah atas keputusan ini yang dianggap sebagai ‘rencana kotor’ Israel untuk merampas lebih banyak tanah mereka.

Palestina pun yang berjanji akan mengadukan kasus ini ke Pengadilan Internasional (ICC).

Menteri Urusan Militer Israel, Naftali Bennett, menyetujui rencana pembangunan cagar alam di Area C Tepi Barat pada hari Rabu (15/1) kemarin. Dia juga mengumumkan perluasan 12 cagar alam yang sudah ada seperti Qumran.

Administrasi Sipil Israel pun kini ditugaskan untuk melaksanakan rencana tersebut. Sementara itu, Otoritas Alam dan Taman Israel akan mengawasi pembukaan situs-situs alam itu.

“Wilayah Yudea dan Samaria memiliki situs-situs alam dengan pemandangan yang menakjubkan. Kami akan memperluas yang sudah ada dan juga membuka yang baru,” kata Bennet.

“Saya mengundang semua warga Israel untuk berkeliling dan berjalan-jalan ke Yudea dan Samaria, melihat-lihat, menemukan dan melanjutkan usaha Zionis,” tambahnya.

Ini adalah pertama kalinya Israel menyetujui pembangunan situs alam sejak Kesepakatan Oslo I 1993.

Organisasi pengawas pemukiman Israel, Peace Now, melaporkan bahwa total luas situs alam buatan Israel adalah sekitar 13.000 acre (5.300 hektar), di mana sekitar 40 persen  di antaranya dibangun di atas tanah milik warga Palestina. Menurut peneliti Peace Now, Hagit Ofran, hukum Israel yang mengatur situs alam telah melarang warga Palestina mengolah dan memanfaatkan tanah mereka sendiri.

“Jika [sebuah kawasan] dibuat cagar alam, maka mereka dapat mencabut pohon-pohon (Palestina) dan meminta izin khusus untuk setiap kegiatan agrikultur,” katanya kepada AFP. Tambahnya lagi, warga Palestina yang tinggal di sana akan lebih mudah untuk diusir.

Kementerian Luar Negeri Palestina mengecam rencana tersebut yang disebut sebagai upaya Israel untuk memperluas permukiman mereka. Palestina pun berjanji akan membawa kasus ini ke ICC yang berbasis di Den Haag. (ra/presstv)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*