Putin Kecam Tekanan Negara Barat terhadap Belarus

0
161

Moskow, LiputanIslam.com—Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan kepada sejumlah pemimpin negara Barat bahwa pengerahan tekanan kepada pemerintahan Belarus tidak dapat diterima.

Menurut siaran pers yang dirilis oleh Kremlin pada hari Selasa (18/8), Putin menelepon Presiden Prancis, Emmanuel Macron, untuk memperingatkan bahwa upaya untuk mencampuri urusan dalam negeri Belarus dapat menyebabkan eskalasi lebih lanjut dari krisis politik di negara itu.

Presiden Rusia juga membuat pernyataan serupa ketika dia membahas aksi protes Belarus dengan Kanselir Jerman Angela Merkel pada hari sebelumnya.

Selain itu, Putin berbicara pula dengan Presiden Dewan Eropa, Charles Michel, pada malam pertemuan darurat para pemimpin blok itu untuk membahas Belarus.

Michel kemudian mencuit, “Hanya dialog damai dan benar-benar inklusif yang dapat menyelesaikan krisis di Belarus.”

Konflik di Belarus berawal dari kemenangan Presiden Lukashenko di pilpres dengan telak dan membuatnya memasuki masa jabatan keenam. Namun, lawan politiknya mengorganisir aksi protes massal dengan tudingan adanya kecurangan dalam pemilu.

Negara-negara Barat pun membuat tuduhan serupa. Salah satunya, AS, yang menyerukan adanya pemilu ulang.

Presiden Lukashenko telah menyatakan keprihatinannya tentang campur tangan asing dan kehadiran militer NATO di dekat negaranya. Ia memperingatkan bahwa pemerintah asing berupaya mengacaukan urusan dalam negeri Belarus.

Dalam sebuah panggilan telepon pada Sabtu (15/8), Presiden Rusia menawarkan Lukashenko “bantuan menyeluruh” jika diperlukan sesuai dengan pakta aliansi militer kolektif. (ra/presstv)

 

DISKUSI: