Protes Sanksi atas Hong Kong, China Panggil Dubes AS

0
139

Beijing, LiputanIslam.com—Kementerian Luar Negeri China memanggil Dubes AS untuk Beijing dalam rangka membicarakan sanksi unilateral yang dijatuhkan Negeri Paman Sam itu kepada Hong Kong baru-baru ini.

Dubes AS Terry Branstad dipanggil pada hari Rabu (15/7) untuk menerima peringatan resmi dari Wakil Menteri Luar Negeri Zheng Zeguang.

Peringatakan itu diberikan beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mencabut status istimewa Hong Kong dan menjatuhkan sanksi pada bank dengan dalih undang-undang keamanan nasional baru di Hong Kong.

“Ini adalah intervensi kotor dalam urusan dalam negeri China dan melanggar hukum internasional dan norma dasar hubungan internasional secara serius,” tegas Kemenlu China lewat sebuah pernyataan.

China menyebut bahwa demi melindungi kepentingannya sendiri yang sah, mereka akan membalas tindakan AS dengan balik menjatuhkan sanksi.

Dubes AS juga diberi tahu bahwa negaranya telah melakukan “tindakan buruk” di wilayah Xinjiang, Tibet, dan Laut China Selatan.

“Sehubungan dengan ini, China akan terus mengambil tindakan balasan untuk melindungi kepentingan intinya secara tegas. Saya ingin memberi tahu AS bahwa segala bentuk penindasan dan ketidakadilan yang dipaksakan pada China akan dibalas dengan pasti,” tambah pernyataan itu.

Sanksi AS tersebut dijatuhkan dua minggu setelah Hong Kong memberlakukan undang-undang keamanan nasional yang mengkriminalisasi penghasutan, pemisahan diri, dan subversi terhadap daratan China. UU itu juga memungkinkan lembaga keamanan nasional China untuk beroperasi di wilayah mereka untuk pertama kalinya sejak 1997.

AS, Inggris, dan negara-negara Barat lainnya mengkritik UU tersebut dan melakukan tindakan keras. Namun, China menegaskan bahwa Hong Kong adalah urusan internal mereka dan tidak boleh diintervensi oleh negara manapun. (ra/presstv)

DISKUSI: