Protes Penahanan Tanpa Pengadilan, Tahanan Palestina Ini Jalani Mogok Makan 77 Hari

0
50

Tepi Barat, LiputanIslam.com–Tahanan Palestina Maher al-Akhras memasuki hari ke-77 dalam aksi mogok makan pada Minggu (11/10) untuk memprotes penahanannya yang dijatuhkan tanpa dakwaan dan proses pengadilan.

Menurut laporan dari Palestinian Prisoner’s Society (PPS), al-Akhras menghadapi bahaya kesehatan lebih besar setelah ditemukan beberapa kasus virus COVID-19 di Kaplan Medical Center, di mana dia dirawat karena kesehatannya memburuk akibat mogok makan selama 77 hari.

Pengacara al-Akhras pun telah mengajukan tuntutan kepada Mahkamah Agung Israel untuk membebaskan kliennya.

Pria berumur 49 tahun itu memulai mogok makan setelah dia ditangkap dan ditahan di bawah peraturan “penahanan administratif” mulai akhir Juli.

Penahanan administratif adalah kebijakan Israel untuk menahan warga Palestina tanpa mengajukan dakwaan. Penahanan ini bisa dilakukan selama berbulan-bulan dengan beberapa perpanjangan waktu.

Saat ini, ada sekitar 350 warga Palestina yang ditahan di penjara Israel di bawah aturan penahanan administratif.

“Penahanan administratif adalah proses hukum Israel yang hanya ingin membungkam suara aktivis politik Palestina tetapi tidak memiliki bukti konkret yang dapat disajikan di pengadilan militer terbuka,” tulis jurnalis Palestina dan editor The Palestine Chronicle, Ramzy Baroud.

“Memang, jika menyangkut Palestina, seluruh sistem peradilan Israel menjadi miring. Namun penahanan administratif adalah tingkat ketidakadilan yang sama sekali baru,” tambahnya. (ra/PC)

DISKUSI: