Prancis: Tim Siber AS Tak Bisa Dipercaya untuk Lindungi Jaringan-jaringan Eropa

0
157

Paris,LiputanIslam.com-Komandan Pertahanan Siber Prancis, Jenderal Aymeric Bonnemaison memperingatkan negaranya dan negara-negara Eropa bahwa jika tugas pengawasan jaringan-jaringan mereka diserahkan kepada tim siber AS, itu akan membuat mereka berisiko dimata-matai oleh Washington.

Menurut harian Prancis, Le Monde, kekhawatiran Bonnemaison ini mengemuka di saat AS berusaha memperkuat pasukan sibernya di negara-negara asing, menyusul operasi militer Rusia di Ukraina.

Dalam sebuah pertemuan mingguan media, Bonnemaison berkata bahwa meningkatnya aktivitas tim-tim pertahanan siber AS di jaringan-jaringan Eropa “telah memunculkan banyak pertanyaan.”

Le Monde melaporkan, Bonnemaison dalam rapat Komite Pertahanan Majelis Nasional Prancis bulan lalu menyebut operasi-operasi AS ini sebagai “tindak agresi.”

Menurutnya, jika para sekutu Washington menyerahkan jaringan-jaringan pentingnya kepada para pakar siber AS, itu akan memperbesar kemungkinan mereka dimata-matai oleh AS. Bonnemaison menyatakan bahwa dalam hal infiltrasi, “orang-orang AS telah melampaui batasan.”

“Tim-tim (AS) ini melakukan penjagaan, namun keberadaan mereka disertai dengan pelayanan kepada perangkat diplomasi,”ujar Bonnemaison.

Statemen jenderal Prancis ini menunjukkan bahwa para sekutu AS sendiri, yang selalu berkoar tentang “komitmen kepada sistem berdasarkan konstitusi”, tidak memercayai kesepakatan, yang secara lahiriah defensif, di antara mereka sendiri.

Menurut pengumuman Komando Siber Tentara AS, sebuah negara sekutu Washington bisa mengajukan permintaan agar tim siber AS bisa melakukan “operasi penumpasan ancaman” di jaringan-jaringan negara pemohon.

Berdasarkan apa yang termaktub di situs Komando Siber Tentara AS, hingga bulan Agustus 2022 lalu, tim-tim siber AS telah melakukan operasi semacam ini di 18 negara, termasuk Estonia, Lithuania, Montenegro, Makedonia Utara, dan Ukraina. (af/fars)

DISKUSI: