Pompeo Akui Sanksi AS atas Iran Gagal Wujudkan Tujuan Finalnya

0
48

Washington,LiputanIslam.com-Mike Pompeo dalam sidang dengar pendapat di Senat AS mengakui kegagalan kebijakan Tekanan Maksimum atas Iran.

Saat ditanya tentang dampak kebijakan tersebut, Menlu AS menjawab bahwa Tekanan Maksimum cukup berpengaruh, namun tak sanggup meraih tujuannya, yaitu mengubah perilaku Pemerintah Iran.

Pernyataan ini disampaikan Pompeo dalam rapat Komite Luar Negeri Senat , yang diadakan untuk membahas anggaran Kemenlu AS tahun depan.

“Pemerintahan Trump menjadikan prinsip-prinsip Founding Fathers sebagai poros diplomasinya,”ujar Pompeo.

“Kami melihat dunia dengan realitas sama yang dilihat Founding Fathers. Kami melihat Republik Islam Iran apa adanya: sebagai agresor, bukan korban,”imbuhnya.

Pompeo mengaku, kebijakan Tekanan Maksimum yang dijalankan AS “dengan penuh kekuatan,” telah berhasil mengurangi 90 persen devisa perminyakan Iran.

Meski demikian, di sesi tanya jawab Pompeo menunjukkan bahwa Pemerintahan Trump tidak memiliki strategi dalam menghadapi Iran.

Saat ditanya Lindsey Graham, senator dari Republik, Pompeo mengatakan,”Sanksi-sanksi jelas menunjukkan efeknya. Sanksi-sanksi ini melenyapkan potensi rezim Iran untuk membantu Hizbullah dan milisi Syiah di Irak. Namun tujuan finalnya, yaitu mengubah perilaku rezim Iran, tidak bisa diraih.”

Saat menarik AS keluar dari JCPOA, Trump berkoar bisa memaksa Iran untuk berunding kembali dan membuat “kesepakatan yang lebih baik.”

Dua tahun setelah itu, Trump tidak sanggup mewujudkan sesumbarnya. Oleh karena itu, dia menjadi sasaran kritik dari banyak pihak, terutama menjelang Pilpres AS pada November mendatang.

Para pengkritik Trump menilai dirinya tidak memiliki strategi untuk menghadapi Iran, meningkatkan ketegangan yang tidak perlu dengan Teheran, dan memisahkan AS dari para sekutunya. (af/fars)

DISKUSI: