Seorang petani Palestina berjalan di lahan di dekat menara kawal militer Israel. (Photo by AFP)

Gaza, LiputanIslam.com—Pesawat Israel menyemprotkan bahan kimia dan pestisida berbahaya dekat Jalur Gaza selama tiga hari pada pekan lalu.

Menurut laporan dari koran Israel, Haaretz, pada Rabu (22/1), tentara Israel menyemprotkan bahan berbahaya tersebut di area dekat pagar yang membatasi Jalur Gaza dan kawasan pendudukan Israel.

Kementerian Urusan Militer Israel membela kejahatan tersebut dengan mengklaim bahwa tindakan itu diperlukan untuk menghancurkan “tanaman yang menutupi pandangan tentara”.

Menurut data Kementerian Pertanian Palestina, pestisida Israel telah merusak 14.000 dunam (3.459 hektar) lahan pertanian di Gaza dari 2014 hingga 2018. Sementara itu, pertani Palestina mengatakan kepada Haaretz bahwa tahun 2019 adalah tahun yang sangat baik bagi mereka karena tidak ada penyemprotan apapun.

Ketika penyemprotan kembali dilakukan pekan kemarin, seorang petani Gaza bernama Anwar Jamali mengeluhkan bahwa ia dan rekan-rekan petaninya tidak menerima peringatan apapun sebelum tindakan penyemprotan.

“Pada tahun-tahun sebelumnya, terjadi kerusakan besar. Terkadang lusinan dunam gandum, jelai dan peterseli benar-benar rusak,” katanya.

Ia menambahkan bahwa bau pestisida berbahaya itu membuat penduduk meninggalkan daerah itu jika mereka bisa, “tetapi gandum tidak dapat bangkit dan pergi.”

Menurutnya, meskipun penyemprotan dilakukan di wilayah yang diduduki Israel, “angin dapat membawa kandungan pestisida itu ke arah Gaza.” Hal ini juga telah dikonfirmasikan oleh laporan dari Forensic Architecture pada tahun 2019 bahwa pestisida memang bisa menyebar ke Gaza dengan jarak lebih dari 300 meter dari pagar perbatasan. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*