Perwira Israel: Kemenangan atas Lebanon di Perang Mendatang Cuma Delusi

0
160

Beirut,LiputanIslam.com-Seorang perwira senior Israel mengkritik proyek mantan Ketua Staf Umum Tentara Israel, Aviv Kochavi untuk menjadikan pasukan Rezim Zionis sebagai “tentara mematikan, efektif, dan inovatif.” Ia mengatakan,”Proyek Kochavi akan mendatangkan kerugian besar kepada pasukan darat, jumlah pasukan, dan begitu pula pasukan cadangan.”

“Ketika mereka (kubu Resistansi Lebanon) memiliki rudal-rudal presisi, situasi perang akan berbeda. Bayangan bahwa kita bisa meraih kemenangan dalam waktu minimal tak lebih dari delusi,”imbuhnya.

Di lain pihak, Staf Urusan Palestina di Hizbullah, Hasan Hubbullah mengatakan bahwa Israel tahu benar pihaknya tidak bisa meraih kemenangan di hadapan Front Perlawanan, dan bahwa itu adalah hal mustahil.

Hubbullah menyebut Rezim Zionis mencemaskan meningkatnya kekuatan dan peran Hizbullah. Mereka takut pasukan elite Hizbullah, Brigade Ridhwan, memasuki kawasan Galilea di Palestina Pendudukan.

“Tiada keraguan bahwa Jenderal Qassem Soleimani berperan nyata dalam meningkatnya peran Poros Resistansi. Palestina juga berada dalam pantauan Hizbullah,” kata Hubbullah kepada Sputnik.

Ia menjelaskan bahwa Hizbullah memiliki senjata-senjata yang bisa mengubah aturan konfrontasi dan menambahkan, ”Kami sangat optimis terhadap masa depan. Ada (kubu) Resistansi di Lebanon yang telah memaksakan sebuah perimbangan kekuatan dan membuat Israel tidak bisa melakukan apa pun, sebab Tel Aviv mencemaskan reaksi dan hilangnya Resolusi 1701 yang, meski minimal, memberi rasa aman kepada mereka.”

“Resistansi Lebanon telah memperingatkan Israel agar jangan melangkahi garis merah terkait dengan Quds, sebab (Quds) itu jauh lebih penting dari Lebanon. Quds adalah tajuk utama perang ini. Kami tidak akan membiarkan serigala-serigala Zionis memangsa bangsa Palestina,” tandas Hubbullah.

Menurutnya, AS sendiri telah menasihati Israel agar tidak mengacaukan aturan main di dalam Palestina. “AS dan Israel telah mengganti label perang dari militer ke ekonomi dan blokade demi meruntuhkan negara-negara Poros Perlawanan,” kata Hubbullah. (af/alalam/fars)

DISKUSI: