Sanaa,LiputanIslam.com-Pemerintahan Aden (pro-Saudi) pada hari Rabu (12/4) mengumumkan, pertukaran tawanan dengan Ansharullah yang rencananya dilaksanakan pada Kamis ini diundur ke Jumat besok.
Kantor berita Anadolu melaporkan, kabar ini dipublikasikan di Twitter oleh Ketua Tim Urusan Tawanan Pemerintahan Aden, Yahya Kazman.
“Pertukaran tawanan akan dimulai pada Jumat 14 April antara bandara Aden dan bandara Sanaa,”cuit Kazman.
Ia menambahkan, proses pertukaran tawanan akan dilanjutkan pada Sabtu dan Minggu mendatang.
Sementara itu, anggota Kantor Politik Ansharullah, Muhammad al-Bukhayti menyatakan bahwa sebagaimana pintu-pintu Sanaa terbuka untuk perdamaian bermartabat dengan Saudi, demikian pula untuk UEA.
Al-Bukhayti berkata bahwa sekarang ini Sanaa memiliki pandangan terbuka kepada semua pihak yang berada di barisan musuh dan agresor atas Yaman.
“Rakyat Yaman telah melakukan pengorbanan besar di jalan kemuliaan, kemerdekaan, dan pembelaan terhadap nilai-nilai nasional. Oleh karena itu, melupakan setiap hal dari semua ini adalah pengkhianatan kepada darah para martir. Pengabaian kedaulatan Yaman dan perannya dalam meraih norma-norma nasional juga merupakan pengkhianatan. Kami tidak akan membiarkannya,” tegas al-Bukhayti.
Dalam wawancara dengan al-Mayadeen beberapa waktu lalu, ia mengumumkan bahwa UEA telah mulai mundur dari Yaman.
“UEA telah benar-benar mulai angkat kaki dari Yaman dengan semua struktur kemiliterannya. Namun kami memiliki informasi yang bisa disebut akurat bahwa UEA masih berniat mempertahankan sebagian pulau Yaman. Namun kami tegaskan tidak akan membiarkan satu inci pun tanah Yaman diambil,” kata al-Bukhayti kepada al-Mayadeen.
Petinggi Ansharullah ini membenarkan berlanjutnya kesepakatan antara Sanaa dan Riyadh, namun ia berkata bahwa Yaman masih menunggu pihak Saudi menjalankan kesepakatan ini. (af/alalam/fars)