Damaskus,LiputanIslam.com—Pertempuran di Ghouta Timur yang terjadi antara kelompok teroris semakin memuncak pada Sabtu, (29/04). Pertempuran ini menyebabkan tewasnya seorang komandan tinggi Hay’at Tahrir Al-Sham (HTS).
Puluhan orang tewas dalam konflik internal para teroris tersebut dan pimpinan HTS, Abu Ayyoub Tasni ditembak mati oleh Jaish Al-Islam, dua hari setelah ia ditangkap di kota Irbeen.
Jaish Al-Islam, sebuah kelompok yang didanai Saudi, merupakan kelompok teroris terbesar di Ghouta Timur. Saat ini mereka berhadapan dengan HTS, Failaq Al-Rahman (Kelompok tentara Suriah), dan Ahrar Al-Sham.
Pernyataan yang disampaikan oleh keempat fraksi tersebut semakin menegaskan terjadinya bentrokan itu.
Sementara itu, Tentara Arab Suriah berjaga-jaga dengan gembira dari kejauhan. Hanya tiga markas pemberontak yang tersisa di dan sekitar ibu kota Suriah.
Saat ini pasukan pemerintah mencoba untuk merebut kendali Al-Qaboun dan Barzeh. Begitu daerah perkotaan di Damaskus ini dilikuidasi, SAA akan meluncurkan serangan baru ke Ghouta Timur. (fd/AMN)