Tepi Barat, LiputanIslam.com–Penghancuran dua rumah milik warga Tepi Barat, Palestina, oleh tentara Israel pada Jumat (17/1) berbuntut kericuhan. Tentara terlihat memukul, menendang, dan menangkap penduduk lokal di kawasan Hebron Hills.

Para wanita juga terlihat memohon dan menarik tubuh para tentara Israel agar melepaskan para pria dari penangkapan.

Administrasi Sipil Israel menuding rumah-rumah yang mereka hancurkan dibangun secara ilegal.

Menurut laporan dari Press TV pada Sabtu (18/1) keluarga pemilik rumah itu sedang dalam proses permohonan legalisasi rumah kepada Administrasi Sipil.

Kedua rumah itu terletak di Area C yang sensitif di kawasan Tepi Barat. Area C terdiri dari lebih dari 60 persen kawasan Tepi Barat yang akan menjadi bagian penting dari negara Palestina di masa depan di bawah solusi dua negara. Area ini kini sepenuhnya berada di bawah kendali Israel.

Baru-baru ini, sejumlah pejabat Israel menyetujui pembangunan 6.000 unit pemukiman di Area C, di mana tentara Israel memiliki kendali penuh atas pengelolaan sumber daya dan pembangunan di sana. Mereka juga bisa membatasi konstruksi bangunan Palestina hingga kurang dari satu persen dari seluruh kawasan. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*