Pengadilan AS Setuju Deportasi Ratusan Ribuan Imigran

0
90

Washington, LiputanIslam.com–Pengadilan banding AS pada hari Senin (14/9) memberi lampu hijau bagi pemerintahan Trump untuk mengusir ratusan ribu imigran dari empat negara yang sebelumnya dilindungi AS karena alasan kemanusiaan.

Dalam putusan 2-1, Pengadilan Banding Sirkuit ke-9 menyatakan pengadilan federal San Fransisco keliru mengeluarkan perintah perlidungan bagi lebih dari 300.000 imigran dari El Salvador, Haiti, Nikaragua dan Sudan.

Selama ini, pemerintahan Presiden Trump telah berupaya untuk mengakhiri Status Perlindungan Sementara (TPS) yang diberikan kepada para imigran ini dengan alasan negara mereka yang sebelumnya dilanda krisis, kini sudah aman.

Namun, menurut American Civil Liberties Union (ACLU), putusan ini tidak akan membuat para pemegang TPS dideportasi secara langsung, sebab para penantang telah berjanji untuk mengajukan banding.

Di saat yang sama, ACLU mengecam langkah pengadilan karena akan menyebabkan para keluarga imigran yang telah tinggal secara sah di AS akan terpisah satu sama lain.

“Pernyataan keji presiden tentang pemegang TPS memperjelas bahwa pemerintahannya bertindak atas dasar permusuhan rasial,” kata Penasihat Senior ACLU Californa Selatan, Ahilan Arulanantham.

“Konstitusi kita tidak mengizinkan kebijakan yang didorong oleh rasisme,” tambahnya.

Sejarawan dan advokat senior di Refugees International, Yael Schacher, juga mengkritik keputusan tersebut sebab banyak pemegang TPS telah tinggal di AS selama lebih dari dua dekade dan bekerja di garis terdepan dalam melawan pandemi.

ACLU mencatat bahwa pemegang TPS dari negara terkait akan diizinkan untuk mempertahankan status mereka hingga setidaknya Februari, dan dari El Salvador hingga setidaknya November. (ra/presstv/AFP)

 

DISKUSI: