Pengacara Irak: al-Kadhimi Abaikan Keputusan Pengadilan untuk Tangkap Trump

0
379

Baghdad,LiputanIslam.com-Salah satu pengacara dalam kasus teror atas Jenderal Qassem Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis di bandara Baghdad mengatakan, Pemerintahan mantan PM Mustafa al-Kadhimi secara sengaja telah bersikap abai terhadap peran pihak AS.

“Di masa jabatannya, pengadilan-pengadilan Irak telah memerintahkan penangkapan Donald Trump. Namun Pemerintahannya sama sekali tidak merespons, walau hanya dengan komentar sederhana, apalagi ingin membahas keputusan ini dengan Interpol. Kami tidak melihat tindak lanjut atau upaya apa pun dari Pemerintahan al-Kadhimi, baik dari sisi politik, hukum, bahkan dalam bentuk statemen kepada media sekalipun,” kata Muhammad al-Ukaili.

“Bahkan PM Irak terdahulu, Adil Abdulmahdi telah mengirim pengaduan ke Dewan Keamanan PBB. Namun ini tidak ditindaklanjuti di masa al-Kadhimi dan praktis diabaikan. Jelas bahwa ada alasan-alasan di balik pengabaian seperti ini. Al-Kadhimi adalah pihak tersangka dalam kasus teror para Panglima Perlawanan. Sebab itu, ia tidak pernah mengambil sikap positif dalam masalah ini,” tegasnya.

Di lain pihak, anggota Koridor Koordinasi Syiah di Irak, Jabbar Awdah al-Maamuri menyatakan bahwa al-Kadhimi pergi ke Kedubes AS untuk meminta perlindungan.

“Al-Kadhimi masih mondar mandir ke Kedubes AS di Baghdad dan meminta mereka melindunginya. Terutama setelah terlacaknya banyak pelanggaran finansial dan administrasi (yang berkaitan dengan dirinya). Berdasarkan hasil investigasi pertama, ditambah serangkaian masalah-masalah terkait keamanan nasional negara, kasus pelanggaran ini akan segera menyeret al-Kadhimi,” kata al-Maamuri dalam wawancara dengan Baghdad al-Youm.

“Al-Kadhimi saat ini tengah lalu-lalang antara Irak, Lebanon, dan UEA. Setelah pensiun, UEA adalah destinasi terdekatnya untuk pindah dan menetap. Masa depan politiknya telah berakhir dan kini dia adalah sebuah pion tak terpakai,”tandasnya. (af/fars)

DISKUSI: