Pendukung Netanyahu Gunakan ‘Santet’ untuk Serang Rivalnya

0
665

TelAviv,LiputanIslam.com-Sejumlah ekstremis Zionis pendukung Netanyahu pada hari Jumat (11/6) kemarin menyebar undangan untuk melangsungkan ritual Bulsa Dinora, dengan tujuan “mengirim kutukan dan kematian kepada rival Netanyahu dan kandidat PM Israel, Naftali Bennett.”

Berdasarkan kesepakatan antara Bennett dan Yair Lapid, Bennett akan menjadi Perdana Menteri hingga September 2023 nanti. Setelah itu, Lapid akan menggantikan posisinya hingga November 2025.

Bulsa Dinora adalah nama ritual yang dilakukan para rabbi Yahudi terhadap orang yang dikehendaki untuk mati. Sihir hitam atau rapalan mantera dalam ritual ini dibaca dari kitab Talmud Babylonia. Mereka percaya, bacaan ini akan menghalangi doa malaikat untuk orang yang bersangkutan dan akhirnya akan mengirimnya menuju kematian.

Penyelenggaraan ritual ini tidak disebutkan dalam referensi-referensi terpercaya hingga abad ke-20. Ritual ini baru dilakukan sejumlah ekstremis Zionis pada 100 tahun terakhir untuk menargetkan beberapa tokoh politik.

Salah satunya adalah penyelenggaraan Bulsa Dinora terhadap PM Israel Yitzhak Rabin (1992-1995). Kelompok ekstremis Zionis marah karena Rabin menjalin kesepakatan Oslo dengan Palestina. Mereka pun mengadakan ritual Bulsa Dinora ini. Sebulan setelahnya, Rabin tewas ditembak oleh seorang ekstremis Zionis.

Pada Juli 2005, media-media Israel mengabarkan penyelenggaraan ritual serupa yang menargetkan Ariel Sharon. Orang-orang Zionis gusar karena Sharon memerintahkan penarikan Tentara Israel dari Gaza.

Setelah berlalunya 6 bulan dari ritual, Sharon mengalami stroke dan koma hingga akhirnya mati pada 11 Januari 2014. Meski demikian, para dokter menepis segala kaitan ritual itu dengan otak Sharon yang tak berfungsi. Mereka berpendapat, hal itu berhubungan dengan usia lanjutnya (77 tahun) dan kondisi jasmaninya. (af/fars)

 

DISKUSI: