PBB: Yaman Akan Alami Lonjakan Ketidakamanan Pangan

0
42

Anak-anak Yaman menyerahkan dokumen untuk memperebutkan makanan. (Press TV)

Sana’a, LiputanIslam.com–Agensi PBB memperingatkan peningkatan jumlah warga Yaman yang mengalami “ketidakamanan pangan akut” di tengah blokade koalisi Saudi dan pandemi Covid-19.

Analisis ini diumumkan kepada publik pada Rabu (22/7) oleh Program Pangan Dunia (WFP), Dana Anak PBB dan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO).

Menurut laporan itu, situasi keamanan pangan di Yaman terancam oleh penurunan ekonomi, diperparah oleh blokade Saudi, pandemi Covid-19, banjir bandang, dan invasi belalang padang pasir.

Dari hasil penelitian dari 133 distrik di Yaman selatan itu, diperkirakan bahwa jumlah orang yang menghadapi “ketidakamanan pangan akut” akan meningkat dari dua juta menjadi 3,2 juta dalam enam bulan ke depan.

“Warga Yaman telah melalui banyak hal dengan tangguh. Namun mereka sekarang menghadapi terlalu banyak kesulitan dan ancaman sekaligus — dari COVID-19 hingga invasi belalang gurun. Petani kecil dan keluarga yang bergantung pada pertanian untuk mata pencaharian mereka membutuhkan dukungan kami sekarang lebih dari sebelumnya,” tegas Perwakilan FAO di Yaman, Hussein Gadain.

Lonjakan ketidakamanan pangan ini berarti bahwa 40 persen dari populasi akan terpengaruh dari Juli hingga Desember.

“Kita harus bertindak sekarang. Pada tahun 2019, berkat peningkatan [bantuan] besar-besaran, WFP dan para mitranya mampu meningkatkan situasi di daerah-daerah yang paling parah. Tanda-tanda peringatan telah kembali dan dengan pandemi corona, situasi bisa menjadi jauh lebih buruk jika tindakan kemanusiaan ditunda,“ tutur Direktur negara WFP Yaman, Laurent Bukera.

Arab Saudi menyerbu Yaman pada Maret 2015 untuk mengembalikan kekuasaan Hadi dan menghancurkan gerakan Houthi Ansarullah. Agresi militer tersebut telah menewaskan puluhan ribu orang Yaman dan mendorong negara itu ke krisis kelaparan. (ra/presstv)

DISKUSI: